benuanta.co.id, BULUNGAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulungan telah membentuk wadah di beberapa desa yang kerap terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), yakni Masyarakat Peduli Api (MPA).
Kepala Pelaksana BPBD Bulungan, Darmawan menjelaskan pembentukan MPA ini berdasarkan atas beberapa kejadian karhutla di beberapa wilayah pada setiap tahunnya secara berulang.
“Adapun MPA yang kita bentuk ada di Desa Wonomulyo, Metun Sajau, Sajau Hilir dan Desa Pura Sajau yang ada dii Kecamatan Tanjung Palas Timur,” ucap Kalak BPBD Bulungan Darmawan kepada benuanta.co.id, Ahad 29 Mei 2022.
Dia menuturkan, tugas dari MPA ini diantaranya memberikan informasi kejadian karhutla serta mendukung upaya pemadaman yang dilaksanakan BPBD Bulungan. Kata dia, pada setiap desa petugas MPA ditetapkan sebanyak 15 orang.
“Mereka dibentuk untuk mengantisipasi karhutla, dengan meningkatkan pengawasan, pencegahan, pemadaman awal serta meningkatkan kepedulian masyarakat desa agar melakukan pengendalian karhutla dengan sukarela,” paparnya.
Darmawan mengatakan karhutla yang terjadi di Provinsi Kaltara terutama pada wilayah Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau menjadi perhatian nasional.
“Jadi pernah terjadi karhutla seluas 50 hektare yang hampir menimbulkan korban jiwa. Untuk itu dalam mengantisipasi karhutla tidak hanya dilakukan oleh satu institusi saja tetapi harus ada keterlibatan masyarakat,” tuturnya.
Masih Darmawan, BPBD Kabupaten Bulungan di bulan Juni 2022 mendatang akan melaksanakan kerjasama dengan perusahaan yang ada di Bulungan untuk mengantisipasi karhutla.
“Rencananya kami akan menjalin MoU dengan 31 perusahaan dalam upaya kerjasama mengantisipasi karhutla. Saat ini sudah terdapat 6 desa di Bulungan yang memiliki MPA,” tutupnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Nicky Saputra







