oleh

Tarik Ulur Kasus Laka Laut Tanjung Pasir, Keluarga Korban Merasa Ada Kejanggalan

benuanta.co.id, TARAKAN – Dua keluarga korban laka laut di Perairan Tanjung Pasir pada November 2021 lalu menyambangi Polair Polres Tarakan. Kedatangan kedua keluarga korban laka laut itu untuk mencari kebenaran atas kejadian nahas tersebut.

Keluarga Agusliansyah dan Arfan terpantau bersama-sama mendatangi Polai Polres Tarakan di Perikanan pada Sabtu, 21 Mei 2022 sore. Tampak pula beberapa pihak keluarga berdiskusi serius dengan personel Polair Polres Tarakan.

Untuk diketahui, Agusliansyah dan Arfan merupakan korban dari kasus laka speed boat di Tanjung Pasir. Ketiganya tewas dan jasadnya ditemukan mengambang di sekitar Perairan Tarakan. Sebelumnya kasus ini sudah disimpulkan sebagai murni laka laut. Kasus mulai berkembang dan masuk dalam penyelidikan dugaan tindak pidana lain.

“Kami senang ternyata ada tersangka, tapi belum puas. Menurut kami berkas acara pemeriksaan (BAP) belum jelas,” ujar Nunung yang merupakan saudara kandung Agusliansyah saat ditemui awak media, Sabtu (21/5/2022).

Baca Juga :  Kasus Bom Ikan oleh Nelayan Asal Malaysia Masuki Tahap P21

Awalnya, pihak keluarga merasa tidak terima karena kesimpulan kasus ialah laka laut yang kenyataannya kematian ketiga korban bukan seperti laka laut biasa.

Nunung melanjutkan, kejanggalan yang pihaknya temukan mulai dari tidak ditemukannya speed boat yang menabrak, luka seperti sayatan di ketiga tubuh korban serta speedboat dan mesin yang hilang namun selang ditemukan.

“Tadi kami pagi ke Polair katanya di speedboat (tersangka) ada motoris, ABK dan penumpang. Kemudian kami mau tahu di mana speedboat ini, jadi disuruh ke Sat Reskrim terus kembali lagi ke Sat Polair Polres dijelaskan speedboat (tersangka) ada motoris dan ABK. Tidak sama dengan keterangan pagi. Ini jadi pertanyaan keluarga, ada apa. Ini ada yang janggal,” bebernya.

Kejanggalan lain juga ditemukan pada handphone korban Arfan masih aktif hingga pukul 01.00 Wita setelah mayatnya ditemukan. Nunung juga mengatakan pada saat dikembalikan kepada pihak keluarga, bentuk handphone sudah dalam keadaan bengkok.

Baca Juga :  Mucikari di Nunukan Ditangkap, Pekerjakan Anak 14 Tahun Sekali Short Time Rp1 Juta-an

“Visum awal juga lukanya bukan kasus kecelakaan laut apalagi kelalaian saat mengendarai speedboat. Luka sayatan benda tajamlah, kalau kena pecahan speedboat, tidak wajar,” katanya.

“Pejabat Polair Polres yang lama katanya luka karena baling mesin, masa sih kipas mesin bergantian melukai ketiga korban. Kan ini lukanya sama sepertinya karena luka disengaja, benda tumpul dan benda tajam,” sambung Nunung.

Ia juga menyebut, bahwa polisi berkata salah satu penumpang dari speed boat pelaku juga sempat jatuh ke laut namun berhasil selamat. Mengenai keterangan kepolisian itu, menurut pihak keluarga jika benar kejadian seperti yang disampaikan penyidik, tersangka maupun saksi yang menabrak selamat mengapa tidak segera menolong korban.

“Nah kenapa baru sekarang ada tersangka, setelah 6 bulan. Saksi yang selamat itu kenapa tidak melapor. Tahu – tahu ini didapat saja tersangkanya” tegas dia.

Baca Juga :  Pembangunan Asrama Haji Capai Rp 21 Miliar

Pihak keluarga juga menduga kasus ini berkaitan dengan keterlibatan oknum aparat. Jika hasil penyelidikan tidak sesuai dengan harapan keluarga, pihaknya juga akan berunding untuk mengambil langkah hukum lain.

“Kalau memang benar (aparat) terlibat, harus diusut tuntas. Jangan disembunyikan. Kami sudah menahan diri untuk tetap jalur kekeluargaan dan kooperatif, tolong kami juga dibantu,” pungkasnya.

Ia juga mendapati informasi bahwa kasus ini akan segera di rilis namun ditunda. Nunung mengatakan bahwa ia tetap koorperatif dan bersabar menunggu rilis tersebut.

“Tapi kalau rilisnya tidak memuaskan untuk pihak keluarga ya kami akan berunding lagi, kami tunggu kabar aja. Katanya dalam seminggu ini kita ditelpon,” tandasnya.

Sementara pihak Polair Polres Tarakan belum memberikan keterangan dan masih menunggu pihak Polair Polda Kaltara untuk melakukan rilis kasus tersebut. (*/h/i)

Reporter : Tim Benuanta

Klik Link Video di Bawah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

seventeen − thirteen =