Anak TKI Butuh Perhatian Khusus dari Pemda Nunukan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Asrama putri dan putra SMKN 1 Nunukan didominasi oleh anak dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang melanjutkan pendidikan di Indonesia. Pelajar tersebut terpantau sangat antusias saat mendapat kunjungan perpustakaan keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Nunukan pada Sabtu, 21 Mei 2022.

Syabantiara, selaku Koordinator asrama mengatakan sebanyak 80% pelajar di asrama ini adalah anak TKI yang sebelumnya mengemban pendidikan SMP di Malaysia, kemudian melanjutkan sekolah di Indonesia.

Perekrutan pelajar anak TKI ini berasal dari Yayasan Sabah Bridge. Sekitar 20% pelajar berasal dari anak-anak di Nunukan sendiri seperti dari Sei Menggaris, Sungai Lanjang dan Mamolo.

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Luncurkan Food Court UKM Center, Turut Hadirkan Layanan Perizinan Gratis

“Orang tua mereka masih bekerja sebagai TKI di Malaysia, jadi hanya mereka yang pulang ke Indonesia untuk sekolah. Jumlah pelajar yakni asrama putri sekitar 30 anak dan asrama putra sekitar 22 anak,” kata Syabantiara kepada benuanta.co.id, Sabtu (21/5/2022)

Melalui SMKN 1 Nunukan, pihak asrama bersurat kepada Dinas Perpustakaan untuk mendapatkan kunjungan literasi.

Syabantiara mengungkapkan, kunjungan perpustakaan keliling merupakan permintaan dari anak-anak, lantaran buku di sekolah terbilang cukup minim. Sehingga anak didik ingin lebih tau dengan buku baru untuk menambah wawasan.

“Saya sangat berharap untuk dapat mengunjungi kami secara berkelanjutan, karena anak-anak TKI ini tidak tau Indonesia itu seperti apa, nunukan itu seperti apa atau lingkungan sekolah itu seperti apa,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dinas Pertanian Nunukan Susun Target Luas Tambah Tanam 

“Kita berusaha memberikan pemahaman kepada mereka, sehingga dengan adanya perpustakaan mereka mampu berpikir lebih luas lagi. Indonesia ini luas sekali, bukan sekedar Nunukan saja,” sebutnya.

Diharapkan dengan adanya pendidikan yang ditempuh, anak dari para TKI bisa menjadi lebih baik dan sukses di negara sendri tanpa harus ke Malaysia menjadi TKI.

Syabantiara lanjut mengatakan, selalu mendorong anak didiknya untuk bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi untuk selalu belajar dan menambah wawasan.

“Kendala kami saat ini di operasional yakni transportasi, tidak ada kendaraan sedangkan anak anak ini kalau mau keluar atau ada kegiatan di luar susah. Kami berharap semua OPD di Kabupaten Nunukan bisa bergandengan dengan kami untuk membangun dan membina anak-anak ini.” Tutupnya.

Baca Juga :  Dukung Peningkatan Produksi Pertanian Wabup Hermanus Serahkan 14 Unit Alsintan

Sementara itu, Indra Wijaya salah satu pelajar di SMKN 1 mengatakan, baru datang melanjutkan pendidikannya di SMKN 1 Nunukan bulan Febuari 2020. Sebelumnya menghabiskan masa SMP di Malaysia.

“Saya sangat senang dengan adanya kunjungan perpustakaan ini. Saya ingin membaca tentang sejarah Indonesia dan berharap setiap Minggu ada kunjungan perpustakaan begini.” Ujar Indra. (*)

Reporter: Novita A.K
Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *