benuanta.co.id, TARAKAN – Peternak kambing Kelompok Tani Flora dan Fauna Mandiri, mengaku memerlukan pendampingan pemerintah dalam mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sebanyak puluhan ekor kambing yang diternak, terdapat pula kambing yang mati tak tertolong.
Usai pemeriksaan kesehatan hewan yang dilakukan oleh Balai Veteriner Banjarbaru, Ketua Kelompok Tani Flora dan Fauna Mandiri, Sri Darmawan mengapresiasi langkah tersebut.
Darmawan memandang perhatian pemerintah sangat diperlukan agar para peternak dapat memahami cara pencegahan wabah PMK ini.
“Sebagai peternak kita mengucapkan terima kasih kepada dinas yang selalu memperhatikan kegiatan di kelompok tani terutama peternakan. Atensi PMK ini kan secara nasional ya, dari Jawa. Ini sangat baik, paling tidak kita dapat mencegah dulu lah agar tidak menyebar di Tarakan maupun Kaltara,” ungkap Sri Darmawan kepada benuanta.co.id, Sabtu (14/4/2022).
Kelompok Tani Flora dan Fauna Mandiri ini, bersemangat untuk mengembangkan budidaya kambing meski pihaknya menyadari di Tarakan ini belum ada peternak kambing yang berhasil dalam jumlah yang banyak. Namun begitu, Darmawan dan jajaran kelompoknya kini tengah berternak puluhan ekor kambing.
Kelompok tani yang bertempat di RT 1 Kelurahan Juata Permai ini, merasa tertantang untuk budidaya kambing yang bibitnya berasal dari dinas. Pihaknya berkomitmen untuk mengembang biakkan dengan baik.
“Ternak kambing sebanyak 25 ekor itu dari dinas, kemudian kambing lokal kita ada 3 ekor. Kemudian ada perubahan, kemarin ada sebagian yang mati tapi bukan karena PMK melainkan penyakit parah dari Pengada kemarin,” jelasnya.
Terdapat kekhawatiran dari para peternak tersebut akan merebaknya PMK di sejumlah wilayah di Indonesia. Namun dijelaskan Darmawan, pihaknya telah mengambil langkah antisipasi dan selalu menerapkan adanya pendampingan dari pemerintah.
“Antisipasinya melalui sanitasi kandang, pembersihan dan pemberian antibiotik di kandang itu, paling tidak dapat mencegah masuknya penyakit itu atau mudah-mudahan tidak ada,” urainya.
Sementara itu, Balai Veteriner Banjarbaru memastikan telah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak di seluruh kabupaten/kota Provinsi Kaltara. Selanjutnya pengambilan sampel tersebut akan dilakukan uji laboratorium.
Pihak balai menilai dari berbagai pemeriksaan, tidak terdapat gejala yang mengarah pada penyakit mulut dan kuku. Apalagi, sebagian besar hewan ternak di Kaltara merupakan ternak lokal.
“Mulai Rabu lalu kami ditugaskan keliling Kaltara yaitu Bulungan, Kabupaten Tanah Tidung, Malinau, dan hari ini Tarakan. Dari 3 kabupaten belum ada gejala penyakit mulut dan kuku. Dari informasi yang kami dapat, ternak disini merupakan ternak lokal. Untuk ternak dari luar Kaltara, pada tahun lalu terakhir dipasok,” ujar Medic Veteriner Drh. Ichwan Yuniarto.(*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Ramli







