oleh

Blank Spot Masih Menjadi Kendala Besar Tenaga Pendidik di Perbatasan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Momentum Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei 2022 lalu, membawa harapan tersendiri bagi dunia pendidikan di Indonesia. Khususnya jaringan internet yang menjadi kendala besar di wilayah perbatasan.

Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten (Disdikbud) Nunukan Akhmad mengatakan internet merupakan faktor penting untuk penerapan sistem pembelajaran yang dicanangkan atau sudah dilaksanakan sekolah.

“Kami berharap pendidikan yang ada di perbatasan bisa semakin profesional, baik itu bagi tenaga pendidik, maupun siswa-siswi, agar semakin berprestasi,” kata Akhmad, kepada benuanta.co.id, Sabtu (14/5/2022).

Baca Juga :  Anggota Komisi I dan BNNK Nunukan Lakukan Sosialisasi Perda Narkoba

Ia mengaku tenaga pendidik kerap terkendala jaringan internet. Bahkan pihaknya juga telah melakukan koordinasi kepada instansi terkait untuk dibangunkan Base Transceiver Station (BTS) di sekolah maupun di kantor camat setempat agar bisa membantu kelancaran informasi yang diterima oleh sekolah.

“Kami berharap adanya perhatian pemerintah, sarana prasarana dapat diperhatikan oleh pemerintah pusat, karena kondisi keuangan daerah saat ini menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi saat ini hanya bisa melakukan rehab bangunan saja,” jelasnya.

Baca Juga :  Akhir Pekan Tetap Produktif Mencari Cuan 

Terpisah Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Nunukan Kaharuddin Tolong menerangkan Kementerian Kominfo memiliki program untuk pembangunan jaringan telekomunikasi di wilayah perbatasan.

Dua jenis program tersebut yakni pembangunan tower dan pemasangan Vsat langsung ke sarana prasarana pelayanan publik seperti di sekolah-sekolah dan perkantoran.

“Ada 140 bantuan Vsat yang dibangun, dengan tujuan agar bisa mengakses internet secara langsung ke satelit,” terangnya.

Kata dia, bantuan tersebut berasal dari Kementerian Kominfo melalui mitra kerjanya PT.Bakti yang melaksanakan pembangunan fisik di wilayah perbatasan hingga selesai pada tahun 2024 mendatang, sehingga daerah-daerah blank spot sudah bisa teratasi.

Baca Juga :  Semangat Peserta OSN SMA Negeri 1 di Sembakung ke Sekolah Walaupun Banjir

“Yang jelas pembangunan tower itu diusahakan seluruh daerah yang masih blank spot. Termasuk di wilayah Krayan, Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan, Lumbis Hulu, termasuk di Sembakung, Sebuku, Tulin Onsoi,” ujarnya.

“Oleh sebab itu pemerintah pusat berupaya untuk membangun tower agar semua dapat tertutupi dengan adanya pembangunan jaringan,” tandasnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Yogi Wibawa

Klik Link Video di Bawah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

twenty − 3 =