oleh

IPW Berharap Aliran Dana Rangkaian Kasus Ilegal Mining Diusut Tuntas, Koordinator IPW : Hasbudi Tidak Sendiri

benuanta.co.id, JAKARTA – Sederet kasus yang menyeret oknum polisi Hasbudi, dinilai Indonesia Police Watch (IPW) berharap perlu dibongkar serius bersama Mabes Polri. IPW mengkhawatirkan pengungkapan kasus ini hanya tertuju ke Hasbudi tanpa mengungkap pelaku lainnya.

Koordinator IPW, Sugeng Teguh Santoso terdapat pihak atau kelompok yang lebih besar di atas tersangka Hasbudi dalam menjalankan bisnis ilegalnya.

Menurut Sugeng, seharusnya soal penambangan emas ilegal di Kaltara ini telah diketahui oleh Polres Bulungan, Polres Tarakan dan Polda Kaltara pada kepemimpinan sebelumnya.

“IPW meminta kasus ini dibongkar serius. Hasbudi hanya operator, harus dibuka lebih jauh lagi aliran dananya. Kalau tidak serius, maka penegakkan hukum ini main-main saja,” jelas Sugeng kepada benuanta.co.id, Kamis (12/5/2022).

Baca Juga :  Jelang Fornas, Kormi Tarakan Gencar Persiapkan Atlet

Lanjut lanjut Sugeng menjelaskan bahwa dua tahun lalu, PT. BTM telah meminta kepolisian menertibkan para penambang liar. Tersangka Hasbudi diketahui melakukan penambangan ilegal di atas izin lahan PT. BTM.

“Tetapi sekarang yang terjadi, yang ditangkap adalah oknum polisi. Artinya, diduga yang main adalah aparat kepolisian. Briptu Hasbudi tidak sendiri, uangnya mengalir dengan para petinggi polisi lokal,” bebernya.

Selain itu, upaya Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya melibatkan KPK RI dan Mabes Polri dalam mengungkap kasus ini. Menurut IPW hal ini langkah yang tepat. “Sebelumnya kan Kapolda Kaltara membentuk tim khusus bersama Polres Tarakan dan Polres Bulungan, kalau hanya timsus ini bisa tersendat prosesnya,” lanjutnya.

Baca Juga :  Sabu Seberat 107,61 Gram Pengungkapan Selama 3 Bulan Dimusnahkan

IPW mendorong Polda Kaltara meminta bantuan dari Mabes Polri, supaya intervensi bisa diatasi. “Jangan sampai seperti kasus Labora Sitorus di Papua, ada 33 rekening yang teraliri di tubuh kepolisian, tetapi tidak diusut. Hanya Labora Sitorus yang ditangkap,” sebutnya.

IPW mendesak Kapolri jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menurunkan tim Propam Mabes Polri untuk mengawasi proses pemeriksaan kasus Hasbudi ini.

Kemudian juga, guna dapat membongkar kasus ini lebih dalam dan tuntas, Briptu HSB harus diberi kesempatan sebagi Justice Colaborator.

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Kembali Terima Opini WTP ke-8 Kalinya

“Harus diterapkan dengan tegas Perpol No. 2 Tahun 2022 tentang Pengawasan Melekat (Waskat) yang memungkinkan pengenaan sanksi sampai pada 2 tingkat komandan di atas Briptu Hasbudi,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolda Kaltara, Irjen Pol Daniel Adityajaya berkomitmen akan menindak tegas oknum anggota Polri yang terseret kasus ini.

“Apabila ada anggota Polri lain yang terafiliasi atau membantu H tersangkut pidana ini, tentu kita jerat dengan kasus yang sama, Potensi keterlibatannya pun juga masih kita dalami,”pungkas Kapolda Kaltara, Irjen Pol Daniel Adityajaya melalui Direskrimsus Polda Kaltara, AKBP Hendy F Kurniawan pada Kamis (5/4/2022) lalu. (*)

Reporter: Tim benuanta.co.id

Klik Link Video di Bawah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

one × two =