Parkir Inap di Bahu Jalan, 172 Mobil Diberi Surat Peringatan Pertama

benuanta.co.id, TARAKAN – Dinilai menganggu tata keindahan kota dan arus lalu lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tarakan melakukan razia terhadap kendaraan roda empat yang parkir menggunakan bahu jalan. Razia ini dilakukan pukul 01.00 hingga 02.00 Kamis, 12 Mei 2022 dini hari.

Kepala Dishub Kota Tarakan, Ahmadi Burhan mengatakan tercatat ada 172 unit kendaraan roda empat yang telah melanggar parkir inap.

“Kalau razia semalam, sementara ini baru kami (Dishub) saja yang memberi berupa peringatan saja, hanya himbauan belum ke Tipiring (Tindakan Pidana Ringan),” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (12/5/2022).

Baca Juga :  Relokasi Pemerintahan, Wilayah Utara Berpotensi jadi Simpul Baru Ekonomi Tarakan

Ratusan kendaraan roda empat yang dirazia ini tersebar di beberapa ruas jalan. Di antaranya Jalan Yos Sudarso, Jalan Mulawarman, Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Gajah Mada. Hanya saja petugas tidak menemukan pemilik mobil yang memarkirkan mobil tersebut.

“Pemiliknya tidak ada dilokasi, jadi kami tempelkan saja surat peringatan dimobilnya. Ya hak ini mengganggu tentunya karena parkirnya di bahu jalan, di parkirkan kondisi kendaraan tidak bergerak dalam kurun waktu yang cukup lama. Meskipun itu malam hari tetap tidak boleh,” tegasnya.

Dishub, kata Burhan,  juga menerapkan peraturan daerah  yang telah dibentuk oleh Pemerintah Kota Tarakan.

Baca Juga :  Dinkes Tarakan Catat Satu Kasus Leptospirosis di Awal 2026

“Sambil kita coba arahan dari Pak Wali untuk tempat parkir inap ini, supaya mereka (pemilik mobil) tidak mengambil bahu jalan,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan akan terus memberikan atensi terhadap parkir inap, bahkan tak segan-segan menindak pemilik mobil jika sudah sampai pada teguran ketiga.

“Batas suratnya itu tiga kali, setelah itu Tipiring hukumannya denda,” terangnya.

Payung hukum untuk penindakan terhadap para pemilik mobil yang sengaja memarkirkan kendaraannya di badan jalan melanggar Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 2 Tahun 2009 tentang Kewajiban Kendaraan Bermotor Roda Empat ke Atas Untuk Memiliki Garasi Sebagai Tempat Penyimpanan Kendaraan.

Baca Juga :  Dorong Percepatan Pembangunan Wilayah Utara, DPRD Tarakan Kawal Proyek Multiyears Dinas PU

Tidak hanya itu, pemilik mobil juga dapat dikatakan Perwali Nomor 15 Tahun 2013 tentang Penguncian Roda dan Pemindahan Kendaraan Bermotor Yang Melanggar Ketentuan Perparkiran.

Untuk aturan lainnya yang disangkakan yakni Pasal 28 ayat (1) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 9 angka 6, Perda Kota Tarakan Nomor 13 Tahun 2002 tentang Ketertiban dan Keindahan Kota Tarakan serta Pasal 25, 26 Perda Kota Tarakan Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perparkiran. (*)

Reporter : Endah Agustina

Editor : Yogi  Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *