Lantik Bunda PAUD Seludau, Vamelia Ibrahim Minta Aktif Berkoodinasi

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim melantik Bunda PAUD Seludau sekaligus halal bI halal TP PKK Kecamatan Sesayap Hilir dan sosialisasi bulan imunisasi anak nasional, pada Kamis 12 Mei 2022.

Selain mengucapkan selamat kepada Bunda PAUD Seludau yang telah dilantik, dalam sambutannya Vamelia Ibrahim juga menjelaskan Bunda PAUD yang dilantik hari ini merupakan salah satu amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan.

Vamelia juga mengatakan setiap anak berhak mengikuti PAUD berkualitas untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas sebagaimana menjadi misi pertama Bupati dan Wakil Bupati Tana Tidung.

Sebab hasil penelitian membuktikan, anak yang tidak belajar di PAUD mengalami ketertinggalan selama 20 bulan progres belajar di kelas 1 SD. Oleh karena itu dibutuhkan peran serta berbagai pihak dalam meningkatkan akses anak mengikuti PAUD yang berkualitas.

Di Tana Tidung sendiri, anak yang mengikuti wajib PAUD pada anak usia 5-6 tahun baru mencapai 66 persen. Sedangkan kualitas PAUD berdasarkan hasil akreditasi dengan nilai Baik (B) baru 39 persen. Begitu juga dengan kualifikasi guru PAUD Formal atau TK yang harusnya minimal S1 namun baru 58 persen dan untuk PAUD non formal ada sekitar 29 persen yang sarjana.

Baca Juga :  PT MIP ‘Sulap’ Desa Menjelutung Menjadi Desa Kakao

Selanjutnya ditemukan 12 persen anak mengalami stunting atau hambatan pertumbuhan dan perkembangan, yang mana terbanyak ada di Kecamatan Sesayap Hilir. Kondisi ini berpotensi menjadi hambatan dalam pelaksanaan misi pertama Bupati dan Wakil Bupati.

Menurutnya beranjak dari kondisi ini dibutuhkan sinergitas seluruh pemangku kepentingan. Artinya tidak bisa hanya mengandalkan satuan PAUD dan Dinas Pendidikan. Melainkan di lingkup Desa, Bunda PAUD desa yang menjadi figur dan tokoh utama gerakan PAUD berkualitas dengan memberikan pemikiran, melakukan sosialisasi, dan penguatan pelaksanaan.

“Bunda PAUD desa harus aktif berkoordinasi dengan kepala PAUD untuk meningkatkan jumlah anak belajar di PAUD, dengan Kepala Puskemas untuk layanan kesehatan anak sehingga stunting bisa kita turunkan, dan dengan lembaga desa, pemuda, dan tokoh yang ada di desa untuk meningkatkan peranannya dalam pendidikan khususnya di PAUD,” terangnya.

Kendati demikian, keberhasilan Bunda PAUD desa yang dikukuhkan juga dilihat dari berbagai klasifikasi salah satunya meningkatnya anak mengikuti PAUD. Seperti di Desa Seludau ada 54 anak berusia 2-6 di Juli tahun 2022 ini dapat menjadi peserta didik PAUD.

Baca Juga :  PT MIP ‘Sulap’ Desa Menjelutung Menjadi Desa Kakao

Bunda PAUD desa, kata Vamelia juga dapat mengajukan ke pemerintah desa untuk biaya pendidikan sarjana bagi guru. Meningkatnya dukungan anggaran desa untuk operasional, guru, dan sarana/prasana. Berdasarkan laporan Kepala PAUD di Kecamatan Sesayap Hilir, ada 5 dari 8 desa yaitu Desa Sesayap, Sepala Dalung, Manjelutung, Sengkong, dan Bandan Bikis sudah mengalokasikan Dana Desa (DD) untuk PAUD.

Persoalan penanganan angka stunting di Kabupaten Tana Tidung yang mencapai 12 persen. Di Kecamatan Sesayap Hilir ada 52 dari 679 Balita atau 7,8 persen yang mengalami stunting. Pemeriksaan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) anak perlu dilakukan secara berkala dan dimonitoring oleh Bunda PAUD desa.

“Yang mengalami stunting, perlu ditangani segera,” tegasnya.

Istri Bupati Ibrahim Ali ini juga memaparkan berbagai program yang telah laksanakan untuk meningkatkan akses PAUD berkualitas. Mulai dari program Wajib PAUD 1 Tahun Pra SD, yang tahun ini telah disusun regulasinya dan ditetapkan dengan Peraturan Bupati. Pihaknya juga akan mensosialisasikan di lima kecamatan. Tujuannya agar tahun depan aturan wajib PAUD 1 tahun sebelum masuk SD bisa diterapkan.

Baca Juga :  PT MIP ‘Sulap’ Desa Menjelutung Menjadi Desa Kakao

Begitu juga program Satu Desa Satu PAUD, pihaknya meminta agar seluruh desa memiliki PAUD dan membinanya. Dalam Peraturan Bupati Nomor 22 Tahun 2021 disebutkan bahwa dana desa juga digunakan untuk operasional PAUD dan insentif guru PAUD.

Tak kalah pentingnnya program Satu PAUD Satu Laptop yang di awal tahun ini telah direalisasikan kepada 35 PAUD untuk diberikan laptop, sementara sisanya akan diberikan pada tahun 2022 ini juga.

Kemudian program terakhir yakni PAUD Holistik Integratif. Semua layanan anak yaitu pendidikan, kesehatan dan gizi, kesejahteraan dan pengasuhan dilakukan secara sistematis dan simultan di satuan PAUD. Dengan program tersebut, seluruh kebutuhan anak terlayani sehingga tidak ada lagi anak yang mengalami stunting dan tidak memiliki akta kelahiran dan KIA. (*/bn1)

Editor : Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *