oleh

Putusan Banding, Terdakwa Sabu 20 Kg Tidak Jadi Hukuman Mati

benuanta.co.id, TARAKAN – Kasus peredaran sabu seberat 20 kilogram telah diputus pada tingkat banding lebih rendah dari putusan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Tarakan.

Jumlah seluruh terdakwa sebanyak 7 dengan satu yang berperan sebagai juragan kapal yaitu Bahar mendapatkan hukuman mati pada putusan tingkat pertama. Namun pada putusan banding terdakwa bahwa diputus 20 tahun penjara ditambah denda Rp 7 miliar subsider 6 bulan penjara.

Sementara 6 terdakwa lainnya, Pengadilan Tinggi Kaltim menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahun dan pidana denda Rp 7 miliar. Dengan ketentuan jika tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan.

Adapun keenam terdakwa tersebut memiliki peran sebagai Anak Buah Kapal (ABK) yakni Parlin, Murhansyah, Nasrul, Robi, Sahar dan Lukman.

Baca Juga :  98 Persen Penyelundupan Kasus Narkotika di Kaltara Melalui Jalur Laut, BNNP Singgung Sinergi Semua Pihak

Humas Pengadilan Negeri Tarakan, Imran Marannu Iriansyah membenarkan putusan banding tertanggal 26 April 2022 ini kepada para terdakwa.

“Permohonan kasasi diajukan dalam waktu 14 hari sesudah putusan pengadilan yang dimintakan kasasi diberitahukan. ),” katanya, Rabu (11/5/2022).

Namun hingga saat ini belum ada upaya kasasi baik dari pihak kuasa hukum Terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Tarakan, Adam Saimima melalui Kasi Pidana Umum, Andi Aulia Rahman mengakui pihaknya juga belum menerima secara resmi putusan ketujuh terdakwa.

“Kalau putusan di PN Tarakan untuk Bahar kami tuntut seumur hidup. Sedangkan 6 orang rekannya untuk tuntutan 18 tahun diputus PN 20 tahun,” tutur dia.

Baca Juga :  Curi Hp Teman Sendiri, Pemuda Ini Berujung Bui

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya menghargai dan menghormati putusan dari Pengadilan Tinggi. Untuk langkah selanjutnya pihaknya masih menunggu putusan resmi diterimanya.

“Tetap kami tunggu pemberitahuan secara resmi, sambil mempelajari materi putusannya, sambil juga kami melaporkan secara berjenjang tentang upaya yang akan kami lakukan. Dalam hal ini, apabila sesuai atau konsultasi kami dengan pimpinan, kemungkinan akan Kasasi,” urainya.

Dalam perkara ini narkotika yang menarik perhatian ialah dengan jumlah barang bukti besar hingga 20 kg. Jika tidak sesuai dengan tuntutan JPU, maka akan terus dilakukan upaya hukum.

Terpisah, Penasehat Hukum (PH) ketujuh terdakwa, Rhabsody Roestam mengatakan pihaknya juga belum menerima putusan banding kliennya. Namun, ia tetap menghargai jalannya putusan Pengadilan Tinggi Kaltim.

Baca Juga :  Angka Imunisasi Anak Sempat Turun, Dinkes Maksimalkan Vaksin

Ia mengaku baru mengetahui turunnya putusan di tingkat banding ini dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Tarakan.

“Untuk 6 terdakwa lainnya Parlin, Murhansyah, Nasrul, Robi, Sahar dan Lukman kami sejak awal meminta untuk bebas. Klien kami ini sejak awal tidak mengetahui terkait sabu. Tapi kami tetap menghargai putusan pengadilan tinggi” tuturnya.

“Kalau enam terdakwa lainnya, kemungkinan kami akan ajukan upaya Kasasi. Tapi keputusan dari Kasasi itu juga tergantung pada terdakwa,” pungkas Rhabsody. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Klik Link Video di Bawah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

4 × 2 =