Diduga Mau BO Cewe Michat, Eh Salah Nomor Akhirnya Digebukin Suami Orang

benuanta.co.id, Tarakan – Warga yang melintas di Jalan Gajah Mada perhatiannya sempat teralihkan dengan kejar-kejaran tiga orang pria di pinggir jalan pada Rabu, 11 Mei 2022 sore.

Dua orang pria terpantau mengejar seorang pria dari depan Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan, dan terjadi cekcok di depan Kantor Benuanta Group.

Pria berbaju hitam dengan perawakan tinggi besar itu terjatuh di aspal jalan. Melihat hal itu, kedua pria yang mengejarnya langsung mendekapnya.

Pria berbaju hitam berinisial A seketika memohon tidak menghakiminya, dan buru-buru menjelaskan masalah.

“Bukan nomor (handphone) saya. Tidak ada saya menghubungi dia (istri dari salah seorang pria yang mengejarnya),” terang A sambil mengangkat kedua tangannya.

Tak mau percaya penjelasan A, pria yang mendekapnya lalu membentak agar A mengakui perbuatannya. Namun begitu, A masih saja tidak mengakui perbuatannya.

Baca Juga :  Jelang Imlek dan Ramadan, Harga Bahan Pokok di Pasar Gusher Stabil

Tak lama kemudian, muncul dua orang wanita berkerudung dengan nada emosi menuduh A telah sengaja mengirimkan pesan singkat WhatsApp (WA) tidak senonoh.

“Dia ini ngirim WA ke adik saya ngomongnya mau BO (Booking Out), mau transfer Rp1.200.000 segala ke adik saya,” terang seorang wanita yang enggan dicantumkan namanya oleh benuanta.co.id.

“Padahal sudah dikasih tau salah nomor tetap saja dia hubungi adik saya. Adik saya sampai resah dihubungi terus sama dia (A). Apalagi kami ini dari rumah sakit jaga orangtua kami sedang sakit. Adalagi yang begini,” sambungnya.

Lantaran merasa resah atas perlakuan A, akhirnya A dipancing untuk diajak bertemu di KKMB Tarakan. Tak menunggu waktu lama, A pun datang dan langsung dihampiri sang suami dan seorang kerabat.

“Kami tanya dia (A) tidak mengakui kalau sudah menghubungi istri saya. Padahal jelas kami lihat di KKMB,” terang sang suami yang enggan diberitakan namanya itu.

Baca Juga :  Polda Kaltara Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Ribuan Warga Diselamatkan

A yang merasa terancam dengan keberadaan dua pria yang terus-menerus memintanya mengaku, akhirnya memilih lari dan kemudian dikejar oleh sang suami dan kerabatnya.

Setelah A terpojok dan dikerumuni banyak warga yang melintas, akhirnya A mengaku jika nomor handphone yang digunakan untuk menghubungi istri orang itu miliknya.

A tak lagi bisa mengelak ketika ditanyakan maksud pesan singkat “BO” kepada istri orang. Sang suami yang tak terima perlakuan A, sesekali memukul wajah A. Ternyata, A berencana memesan jasa wanita penghibur di aplikasi Michat namun diduga salah nomor.

“Dia kira istri saya perempuan Michat. Dia hubungi lewat WA, sudah kami kasih tau dia (A) kalau salah nomor. Istri saya juga tidak kenal, tetap saja dia hubungi istri saya maksudnya apa coba,” tutur pria yang resah akan perbuatan A terhadap istrinya.

Baca Juga :  Pelaksanaan MBG selama Ramadan di Tarakan Belum Temukan Formula

Minah, seorang warga yang kebetulan melintas di Jalan Gajah Mada sempat mengira A sebagai maling. Setelah diketahui A bermaksud menggunakan jasa wanita penghibur namun salah nomor, dan membuat istri orang merasa resah akhirnya ia dan warga sekitar ikut menghujat perbuatan A.

“Bilang anak-anak yang lewat tadi, dia (A) mau pesan cewe di aplikasi (Michat) begitu tapi salah nomor. Kami lihat dia memang lari dan dikejar-kejar bapak ini (suami). Baguslah ditangkap meresahkan yang begini,” sebutnya.

Secara kebetulan, seorang polisi yang menggunakan baju dinas melintas dan langsung meminta A dan pihak keluarga yang keberatan ke Polres Tarakan untuk dimintai keterangan. (*)

Editor : Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *