Persoalan Menahun Lahan dan Prasarana Membebani TPA Hake Babu

benuanta.co.id, TARAKAN – Minimnya alat operasional pengerukkan sampah yang membludak, menambah persoalan menahun kapasitas lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Hake Babu yang overload.

Diketahui sampah yang masuk setiap harinya ke TPA didominasi oleh sampah rumah tangga sebanyak 145 ton per hari. Artinya penggunaan alat seperti ekskavator harus bekerja maksimal untuk mengeruk sampah dipindahkan ke lahan yang masih tersisa.

Baca Juga :  Jelang Ramadan 2026, MUI Tarakan Imbau Masyarakat Jaga Kekhusyukan hingga Penutupan THM

Kasubag TU TPAS Aki Babu, Nono Widiatmoko, menerangkan saat ini ada tiga unit eksavator dan hanya dua unit yang mampu dikerahkan. Hal ini lantaran adanya keterbatasan bahan bakar.

“Karena semakin tingginya timbunan kebutuhannya kemungkinan 600 liter seminggu itu kurang. Kami butuhnya mungkin 700 liter,” terangnya, Selasa (10/5/2022).

Keterbatasan BBM ini juga berkaitan dengan kenaikan harga dexlite. “Kenaikan dexlite kemarin menyedot (anggaran) tersita semua ke sana. Harusnya untuk satu tahun, karena ada kenaikan dexlite tiga kali makan berkurang dan sanggupnya sampai Agustus,” katanya.

Baca Juga :  Dinkes Tarakan Imbau Warga Jaga Imunitas dan Terapkan PHBS di Musim Pancaroba

Ia mengungkapkan, selain BBM juga membutuhkan prasarana lain seperti bulldozer yang saat ini sudah mengalami kerusakan berat serta butuh perbaikan.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak terkait, BPKAD dan Pak Wali dan Pak Sekda. Kemungkinan di APBD-P ada penambahan,” ungkapnya.

“Masih tahap perbaikan tapi masalah pendanaan yang tidak bisa langsung selesai jadi bertahap. Kami butuh alat lagi satu misal ekskavator atau bulldozer yang bisa jalan sembali menunggu ketersediaan lahan,” tandasnya. (*)

Baca Juga :  Pria Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal di Depan Ruko Slamet Riyadi

Reporter : Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *