oleh

Briptu Hasbudi Takut Sendirian di Sel, Keluarga Harap Diperlakukan Manusiawi

benuanta.co.id, TARAKAN – Kondisi Briptu Hasbudi (HSB) selama menjalani penahanan di Polres Bulungan, dikabarkan mengalami ketidaknyamanan. Merespon kondisi tersangka oknum polisi tersebut, Penasehat Hukum (PH) sontak menyampaikannya kepada pihak terkait.

Meski harus mendekam di tahanan Polres Bulungan guna menjalani penyidikan, namun pihak oknum Bintara Polri leting 38 itu mengaku siap dengan berbagai proses hukum. Bahkan, pihak HSB memastikan akan selalu kooperatif.

Baca Juga: Pengungkapan Ilegal Mining Briptu HSB, Simak Rangkumannya

Baca Juga :  Baru Bebas Penjara, Residivis Pencurian Terancam 7 Tahun Bui

“Jadi keluarga HSB siap dengan segala resiko. Namun mereka (keluarga) meminta HSB diperlakukan secara manusiawi,” jelas Dr. Syafruddin, SH.,M.Hum, Senin (9/5/2022).

Oknum polisi yang terjerat kasus dugaan tambang ilegal, dugaan penyeludupan ballpress dan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) itu, diketahui sempat mengeluhkan pelayanan di tahanan tersebut.

HSB mengeluhkan lantaran dirinya harus terdekam sendiri di dalam ruang tahanan itu.

“Awalnya ada yang dikeluhkan, HSB ditahan sendiri di tempat tahanan. Manusiawi sih, tapi beliau itu kan takut sendirian. Sendiri dia, makanya dia minta kemarin agar digabungkan dengan tahanan-tahanan yang lain,” beber Syafruddin.

Baca Juga :  Sabu Seberat 107,61 Gram Pengungkapan Selama 3 Bulan Dimusnahkan

PH pun menerangkan, bahwa sosok kliennya memang tidak nyaman untuk beristirahat sendiri. Hal itu telah dialami HSB sejak ia belum berumahtangga.

“Sebelum nikah pun HSB tidak bisa tidur sendiri. Saya sudah sampaikan ke pihak yang berwenang yakni Polres Bulungan agar hal itu diperhatikan. Kurang tahu bagaimana sudah hasilnya di sana,” tutupnya.

Baca Juga :  Remaja Laki-Laki Korban Pelecehan Wanita Paruh Baya Dirujuk ke Tarakan

Atas kasus tersebut pun, Briptu HSB bersama 4 tersangka lainnya terancam melanggar Pasal 158 jo Pasal 160 UU No. 3 Tahun 2020 tentang perubahan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu bara dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 100 milliar. (*)

Reporter: Tim benuanta.co.id

Klik Link Video di Bawah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

9 + nineteen =