benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Naiknya sejumlah barang kebutuhan pokok yang ada di Toko-toko sembako, ternyata tidak membuat minat masyarakat dalam berbelanja kebutuhan lebaran menjadi pudar. Bahkan dari pantauan benuanta.co.id, sejumlah toko sembako yang ada di KTT ramai diserbu masyarakat yang ingin berbelanja kebutuhan lebaran.
Rusdi yang merupakan salah satu pekerjaan dari Toko Sembako Seroja mengatakan kenaikan harga Sembako sangat bervariatif selama mendekati hari lebaran ini. Ia menjelaskan kebutuhan pokok seperti susu, beras, gula dan bawang mengalami kenaikan harga.
“Beras ini tergantung mereknya, tapi kalau susu kaleng maupun bubuk, memang sudah mengalami kenaikan harga dari minggu lalu. Sedangkan bawang dan telur relatif normal,” kata Rusdi.
Menariknya dari penjelasan Rusdi, terungkap kalau saat ini harga gula Indonesia dan gula Malaysia di pasaran memiliki selisih harga yang cukup jauh. Harga gula Malaysia relatif lebih murah dibandingkan dengan gula lokal Indonesia.
“Harga untuk gula Indonesia Rp 800 ribu/karung, jadi untuk 1 kgnya, kita jual Rp 18 ribu/kg, sedangkan untuk gula Malaysia Rp 680 ribu/karungnya, jadi kita jualnya Rp 16 ribu,” ujarnya.
Sedangkan untuk harga minyak goreng Rusdi mengaku masih menjualnya dengan harga lama yakni Rp 25 ribu/liternya.
“Kita habiskan stok dulu, setelah stok lama Migor habis, baru Migor kita jual dengan harga yang sesuai dengan edaran Kementrian yakni Rp 14 ribu/liter,” bebernya.
Disisi lain, Murni yang merupakan salah satu pembeli mengaku tidak terlalu memikirkan adanya kenaikan harga Sembako. Menurutnya harga Sembako saat ini relatif masih stabil, meski ada beberapa Sembako yang mengalami kenaikan harga.
“Ada Sembako yang memang mengalami kenaikan harga, cuma harganya tetap masih terjangkaulah untuk kita beli,” pungkasnya.(*)
Reporter: Osarade
Editor: Ramli







