benuanta.co.id, NUNUKAN – Setelah dua tahun dibatasi pandemi Covid-19, pelonggaran mudik lebaran tahun 2022 ini tak melulu menyenangkan bagi pelaku usaha kuliner.
Kondisi itu yang dirasakan Darmiah, pengusaha madu mongso rumput laut di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).
Kepada benuanta.co.id, Darmiah mengatakan usaha miliknya sudah beroperasi sejak tahun 2015. Namun produksinya sendiri hanya pada momen tertentu seperti hari raya Idul Fitri.
“Tahun ini sepi pesanan. Saya cuman bikin 25 kg, yang sudah order baru sekitar 11 kg. Sedangkan tahun lalu saya bikin sekitar 40 kg. Tahun ini mudik sudah diperbolehkan, pesanan sepi karena banyak pelanggan pulang kampung. Padahal 2 tahun selama pandemi Alhamdulillah banyak yang order,” ujarnya.
Dipasarkan hanya melalui media sosial. Harga madu mongso miliknya hanya dibanderol Rp 90 ribu untuk satu kilogramnya, sedangkan kemasan 500 gram seharga Rp 45 ribu.
Darmiah menyebut keuntungannya di hari raya selama 2 tahun pandemi sekitar Rp 2 juta. Sedangkan untuk tahun ini merosot sekitar Rp 750 ribu.
“Saya berharap Dinas UKM bisa memberikan bimbingan dalam hal pemasaran, supaya produk kita ini bisa di pasarkan keluar Nunukan apa lagi ongkos kirimnya yang mahal,” sebutnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nunukan, H. Syamsul Daris menyampaikan pihaknya telah memberikan wadah kepada pelaku UKM untuk memasarkan produk melalui UKM Center Nunukan.
“Sudah ada beberapa kelompok UMKM yang gelar produknya di sana, fungsi UKM Center untuk memperkenalkan produk pelaku usaha kepada masyarakat. Kita harapkan untuk ke depannya UKM Center akan menjadi pusat oleh-oleh khas Nunukan, jadi kalau ada tamu dari luar (daerah) bisa di ajak ke sana untuk belanja produk buatan lokal,” katanya.
“Ke depannya kita akan mengajak teman-teman UKM untuk promosi produk mereka melalui market place BUMN (PLN),” (*)
Reporter : Novita A.K
Editor : Yogi Wibawa







