benuanta.co.id, TARAKAN – Pola konsumsi masyarakat terhadap produk perikanan di Kalimantan Utara (Kaltara) terbilang cukup tinggi. Hal ini yang juga mendorong Dinas Kelautan dan Perikanan untuk melakukan pengecekan langsung ke beberapa titik pasar Kaltara.
Kasi Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltara, Azis, St.Pi menuturkan bahwa pengecekan langsung ke lapangan ini pihaknya akan lakukan secara berkesinambungan.
“Kalau sejauh ini selama kami menjabat 5 tahunan belum pernah kita temukan, tapi kalau rekan-rekan dari BKIPM itu pernah menemukan ada di kabupaten Nunukan,” tuturnya, Kamis (28/4/2022).
Ia menerangkan berdasarkan laporan yang ia terima untuk Kota Tarakan sendiri dipastikan aman dari bahan pengawet. Masyarakat Kaltara juga cenderung menyukai produk ikan jenis Layang.
“Produksi tangkapan (layang) kita juga ada cuma tambahan aja dari luar seperti Berau dan Tawau, karena peminatnya banyak layang kemampuan daya beli masyarakat juga, kalau hasil tangkapan kan lebih mahal,” ungkap Azis.
Menurutnya, produk Layang di Kaltara bukan tidak mencukupi namun belum adanya alat tangkap yang memadai dari kalangan nelayan.
“Kalau kita kan yang melimpah Tongkol dan Tuna, kita juga kerjasama dengan BKIPM jadi ikan yang masuk itu terdata semua, ada surat asal ikan namanya itu semua terdaftar di BKIPM,” pungkasnya.
Terpisah, Rusli (35) yang juga membeli ikan layang untuk kebutuhan keluarganya. Ia mengaku lebih menyukai layang dibandingkan ikan lainnya karena menurutnya ikan layang memiliki harga yang murah dan gurih.
“Ya dari dulu ikan layang, paling kalau lagi pengen ikan lain bisa ke tongkol atau ikan merah juga. Anak-anak saya juga suka ikan layang, biasa dipadukan sama sayur juga biar lebih sehat,” singkatnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







