benuanta.co.id, NUNUKAN – Jelang hari raya Idul Fitri 2022, beberapa ketersediaan komoditas seperti minyak goreng dari para pedagang di Pasar Inhutani Nunukan kembali menipis.
Seperti yang diungkapkan, Andi Mikrayani salah satu pemilik toko sembako di Pasar Inhutani mengatakan stok minyak lokal miliknya tersisa sekitar 5 bungkus. Berbeda dengan stok minyak goreng Malaysia, disebutnya masih mencukupi hingga Lebaran.
“Terakhir masuk bulan Maret, kita cuman dapat sekitar 20 kotak karena dari agennya dibagi merata kesemua pedagang,” ujarnya.
“Minyak Malaysia lebih banyak yang beli, karena harganya lebih murah. Saya jualkan Rp 25 ribu per liter, kalau minyak lokal Rp 55 ribu per 2 liter. Minyak Malaysia kita belinya 1 kotak isi 17 liter harganya Rp 400 ribu, sedangkan minyak lokal harganya Rp 600 ribu 1 kotak isinya 12 liter,” tambahnya.
Mahalnya minyak goreng lokal tentunya membuat masyarakat memilih minyak goreng Malaysia. Seperti, Eliz, salah masyarakat Nunukan mengaku ketersediaan minyak goreng Malaysia lebih stabil di pasaran.
“Kita dari dulu memang selalu pakai minyak Malaysia untuk masak, harganya lebih murah,” imbuhnya Selasa (26/4/2022).
Secara terpisah, Kepada Benuanta.co.id, Kepala Bidang Perdagangan Nunukan, R. Dior Frames menjelaskan ketersediaan minyak goreng lokal tergantung adanya kuota dari distributor penyedia minyak goreng tersebut.
Kendati pihaknya telah melakukan pengajuan, namun selalu terkendala kuota yang terbatas. Diketahui terakhir kalinya minyak goreng lokal masuk ke Nununkan sekitar 28 Maret 2022 sebanyak 18.000 liter, dengan merek Filma dan Kunci Mas.
“Yang melakukan pengajuan itu dari distributor di sini langsung, kita hanya mengawal ketika minyak itu datang untuk menjaga ketersediaannya. Informasi ketersediaannya sekitar awal Mei,” pungkasnya. (*)
Reporter : Novita A.K
Editor : Yogi Wibawa







