benuanta.co.id, NUNUKAN – Tingginya permintaan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan, membuat stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Nunukan menipis.
Kasubit Logistik PMI Nunukan, Siti Wahidah, mengatakan sebelum memasuki bulan April 2022 pihaknya telah melakukan donor darah untuk memenuhi stok.
“Kami sempat kewalahan memenuhi kebutuhan, kami sempat menelpon pendonor, dan mengumumkan di medsos dibantu keluarga pasien, untuk melayani permintaan darah di rumah sakit,” kata Siti Wahidah, kepada benuanta.co.id, Sabtu (23/4/2022).
Lanjut dia, belakangan ini pihaknya sulit mendapatkan darah O dan AB. Walaupun ada yang donor, karena banyaknya pasien membutuhkan akhirnya membuat stok kedua darah tersebut kosong.
Banyaknya juga permintaan trombosit yang harus darah baru kebanyakan berada di golongan darah A.
Diketahui saat ini stok darah di Nunukan sebanyak 30 kantong. Terdiri dari golongan darah A sebanyak 21 kantong, B 3 kantong, O 5 kantong, sedangkan darah AB hanya 1 kantong.
“Sementara ini yang aman hanya darah A, untuk golongan darah B,O dan AB itu menipis,” jelasnya.
Demi menjaga ketersediaan darah Jelang Idul Fitri ini, pihaknya juga akan menghubungi para pendonor untuk melakukan donor. Termasuk merencanakan donor darah di gereja GPIB Nunukan yang akan dijadwalkan pekan depan.
“Karena ini bulan puasa masyarakat kurang berminat melakukan donor darah, padahal kami buka 24 jam pelayanan donor darah. Kalau bisa habis salat Tarawih datang ke PMI untuk melakukan donor darah,” imbuhnya.
Manfaat donor darah sendiri, pertama kesehatan dan darah pendonor terpantau. Apa bila ditemukan penyakit seperti HIV maupun penyakit lainnya, maka PMI akan memberitahu kepada pendonor agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kedua, untuk meningkatkan ketebalan tubuh, karena darah salah satu untuk melawan penyakit, dan dapat meningkatkan imun tubuh. Jika darah sudah tua maka akan menurun, namun jika melakukan donor darah tubuh akan memproduksi darah baru sehingga tubuh akan lebih baik lagi. Ketiga, untuk melatih fungsi jantung, sehingga pola hidup lebih sehat. (*)
Reporter : Darmawan
Editor : Yogi Wibawa







