benuanta.co.id, TARAKAN – Beredarnya harga tiket dalam situs penjualan tiket pesawat tujuan Tarakan – Surabaya menyentuh angka Rp 9 juta rupiah mengundang respons tersendiri bagi masyarakat yang hendak bepergian.
Menyikapi hal tersebut, Manager Lion Air Tarakan, Muh Arif menjelaskan harga tersebut merupakan tarif untuk kelas bisnis (business class).
“Saya perlu luruskan bahwa tiket tanggal 20 April sampai 1 Mei itu sudah habis untuk tingkat economy class. Ternyata setelah kami baca, itu hanya business class bukan economy class,” bebernya, Kamis (21/4/2022)
Pada beberapa waktu lalu pihak otoritas bandara juga melakukan kunjungan kepada Lion Group, namun tidak ditemukan pelanggaran terkait harga tersebut.
“Kalaupun dibilang cari untung, saya pikir tidak, Jumat lalu Otoritas Bandara melakukan kunjungan ke kami dan tidak menemukan pelanggaran. Kita sudah sesuai dengan Peraturan Menteri (PM) yang ditentukan oleh Kementerian atau ketentuan lain yang mengatur tentang harga tiket itu sendiri,” singkatnya.
Terpisah, Kepala Bandar Udara Internasional Juwata Tarakan, Agus Priyanto mengatakan bahwa pihaknya hanyalah sebagai operator. Ia melanjutkan, bahwa menurut Undang-undang yang diamanahkan kepada Kementerian Perhubungan hanya mengatur soal harga tiket di kelas ekonomi.
“Kalau informasi tiket ekonomi sudah habis berarti sekarang yang ada hanya tiket bisnis, tidak ada kewajiban UU untuk mengatur, harga tiket bisnis pure diserahkan kepada airlines dan konsumen,” bebernya.
Artinya, dalam pengaturan harga tiket bisnis tidak diatur mengenai konsep batas ambang atas dan ambang bawah.
Menurutnya, berdasarkan PM terbaru nomor 68 tahun 2022 kenaikan harga ini dikarenakan naiknya pajak dan minyak dunia.
“PM yang terbaru Nomor 68 tahun 2022 terbit tanggal 18 berkaitan dengan pajak yang tadinya 10 persen naik menjadi 11 persen, serta kenaikan harga minyak dunia,” tuturnya.
“Untuk kelas ekonomi, airlines bisa menaikkan harga sampai dengan 20 persen untuk pesawat baling-baling, dan untuk 10 persen untuk jet engine,” sambung Agus.
Ia menambahkan saat ini pihaknya selalu melakukan back up terhadap airlines untuk memenuhi kebutuhan operasi di bandara. Ia juga menyesuaikan dengan kebutuhan airlines, jika terdapat tambahan pihaknya akan menyesuaikan dengan jam operasi pihak bandara. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







