benuanta.co.id, TARAKAN – Menindaklanjuti surat dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait keselamatan pelayaran, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan turun ke lapangan untuk mengumpulkan motoris maupun juragan kapal.
Bertempat di Pelabuhan Tengkayu I, dilakukan pengecekan nakhoda kapal harus dalam kondisi sehat saat berlayar. Hal ini untuk memastikan bahwa nakhoda tidak lalai dalam membawa penumpang ataupun barang.
“Supaya menekankan pada semua juragan, kondisi harus fit. Posisi barang bawaan penumpang juga harus sesuai kondisi kapalnya. Tidak overload atau menimbulkan olengnya kapal,” tutur Nakhoda Kapal Negara Kelas V KSOP Tarakan, Aptimus, Selasa (19/4/2022).
Selain itu, dilakukan pula pengecekan posisi penempatan barang bawaan penumpang. Posisi barang ini harus disesuaikan dengan ukuran, serta berat dari barang tersebut.
“Disampaikan juga jalur yang bisa dilalui penumpang pada saat terjadi kecelakaan kapal. Sehingga, pada saat menyelamatkan diri sudah tahu apa yang akan mereka lakukan dan jalur mana yang mereka lewati saat keluar,” bebernya.
Disinggung soal pelayaran saat malam hari, pihaknya juga menekankan agar tidak melakukan pelayaran di malam hari. Misalnya, dari Tarakan ke Nunukan dengan jarak tempuh 2,5 jam atau Tarakan ke Malinau dengan waktu perjalanan selama 3 jam, juragan kapal harus menyesuaikan lamanya waktu berangkat agar tidak malam hari di perjalanan.
“Di atas jam 18.00 Wita, sudah dilarang. Maksimal pukul 15.00 Wita, untuk dua tujuan tersebut sudah tidak diizinkan berlayar. Terutama untuk jarak tempuh minimal 2,5 jam untuk kapal penumpang,” tegasnya.
“Supaya menghindari kecelakaan tunggal. Kan biasanya kalau kita jalan malam itu tidak bisa lagi melihat apa saja yang ada di laut. Apakah itu batang atau lainnya. Kami sampaikan kepada nakhoda untuk tetap mengutamakan keselamatan berlayar,” sambung dia.
Berdasarkan hasil kunjungan di lapangan, sementara ini para juragan dalam kondisi sehat dan sudah memahami penempatan barang bawaan dan bisa diatasi.
Intruksi dari KNKT juga mewaspadai cuaca buruk, bekerjasama dengan BMKG untuk menginformasikan kepada juragan kapal.
“Ada beberapa temuan sejak tahun 2017 itu, kejadian kecelakaan speedboat, ada kajian dari KNKT beberapa hal yang harus disampaikan kepada nakhoda untuk mengantisipasi kecelakaan kapal. Intruksi ini memang untuk motoris speedboat, dari hasil kajian KNKT,” ucapnya.
Selain itu, seluruh agen juga diminta untuk mengingatkan juragan kapal saat melakukan pelayaran di semua tujuan, terlebih saat ini sedang dalam masa Ramadan.
“Mungkin kebanyakan bergadang, lelah dan sedang puasa. Ini yang kami antisipasi, apalagi jelang arus mudik nanti,” tandasnya. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Nicky Saputra







