benuanta.co.id, NUNUKAN – Proses panjang ritual Ma’nene atau prosesi merawat jasad orang tua maupun keluarga yang sudah lama meninggal dari suku Toraja di Nunukan, telah ditutup.
Tokoh masyarakat Toraja di Nunukan, yakni Ruman Tumbo, S.H, mengataka ke depannya ritual Ma’nene akan kembali digelar untuk melestarikan budaya suku Toraja di perantauan.
“Prosesi Ma’nene dilaksakan untuk memperbaiki hubungan dengan leluhur,” kata Ruman kepada benuanta.co.id, Selasa, 19 April 2022.
Dengan adanya prosesi Ma’nene ini, masyarakat suku Toraja dapat memberbaiki Patane dan pakaian mayat leluhur sehingga dapat lebih awet.
Prosesi terkahir adalah penutupan Ma’nene yang terdiri dari kegitan ibadah bersama. Menariknya, dalam prosesi penutupan pada ini ada ritual Pare Lapu.
Pare lapu yang berarti ‘padi yang baik merupakan rangkaian pemotongan daging babi atau daging kerbau di tempat prosesi Ma’nene, kemudian dibagaikan kepada keluarga dan tamu-tamu yang hadir.
“Kita berharap Pemerintah Daerah Nunukan dapat mendukung dan melestarikan Budaya Ma’Nene, warga Toraja yang ada di Nunukan,” tutupnya. (*)
Reporter : Novita A.K
Editor : Yogi Wibawa







