benuanta.co.id, TARAKAN – Kendala Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMK) Kota Tarakan, masih tertuju pada peremajaan sarana. Pasalnya, sarana mobil yang dihibahkan sejak 20 tahun silam itu telah mengalami kerusakan.
Terbatasnya sarana tersebut, seringkali menghambat PMK dalam operasi pemadaman kebakaran. Kendati demikian, hak tersebut menurut PMK kerap kali diajukan permohonan penganggaran, namun alhasil tidak disetujui.
“Sangat miris bagi kami, padahal kami bertaruh nyawa dalam operasi darurat kebakaran dan operasi darurat non kebakaran (evakuasi hewan liar). Kami sudah berusaha merawat, tetapi karena faktor usia ya seperti itu (rusak),” ungkap Kasi PMK Tarakan, Irwan SE kepada benuanta.co.id, Senin (18/4/2022).
Beberapa mobil pemadam diakui Irwan telah banyak yang rusak. Mobil hibah dari negara Jepang itu, pada saat dihibah telah memasuki usia tua.
“7 item yang rusak seperti fire truck sebanyak 4 unit sudah tidak ada sama sekali, mobil supply sebanyak 3 unit. Belum lagi perawatan mesin yang jauh dari standar, saat ini kami ada pakai tali bekas,” urai Irwan.
Dengan tegas PMK berharap hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tarakan.
“Paling tidak adrealisasi walaupun sedikit paling tidak setiap tahun ada. Beberapa tahun ini, kami mengajukan kemana-mana selalu tidak disetujui. Itu tandanya ya kami tidak diprioritaskan, padahal pekerjaan kami bertaruh nyawa untuk orang banyak,” ucap dia.
Meskipun begitu, pihaknya dengan berbesar hati tetap memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat meskipun seadanya.
“Kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati dan menghindari bahaya kebakaran, karena PMK saat ini memiliki keterbatasan sarana,” tutupnya. (*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Matthew Gregori Nusa







