Langganan Banjir, Dagangan Warga Karang Anyar Jadi Korban

benuanta.co.id, TARAKAN – Nasib warga Jalan Seroja RT 2 Kelurahan Karang Anyar terbilang sangat memprihatikan. Pasalnya kediaman tempat tinggalnya menjadi langganan terendam banjir bila hujan deras berangsur lama. Saat hujan mulai Sabtu pagi (16/4/2020) tadi, kios dagangan warga bernama Andu (65) kian terendam banjir.

Andu di usia senjanya tak hanya tinggal diam, bila banjir melanda. Saat genangan air menutupi jalanan yang familiar di sebut depan Hotel Makmur itu, dirinya lebih dulu berusaha memindahkan barang jualannya dari kios.

Hujan deras pada pagi tadi, pun sempat menggenangi bagian dari kios dan rumah tempat Andu berhuni dengan keluarga. Ketika air mulai surut, ua dengan sigap, langsung perlahan mendorong genangan air ke arah drainase.

Baca Juga :  Pria Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal di Depan Ruko Slamet Riyadi

“Hujan 2 jam, ketinggian banjir selutut orang dewasa. Kerugian kita kalau banjir itu barang-barang sembako terendam semua, karena ketinggian air sudah selutut,” ungkap pria lanjut usia itu kepada benuanta.co.id pagi tadi.

Selama dua tahun ia berhuni di kios sekaligus rumah tersebut, tak pernah tak alami banjir. Bahkan menurut keterangan Andu, pada tahun 2021 pihaknya sempat terendam banjir setinggi perut orang dewasa, lantaran hujan lebih dari 2 jam.

Baca Juga :  Dinkes Tarakan Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah

Sembari mendorong sisa genangan banjir menggunakan sebuah sapu, dirinya menyebut banjir di Kelurahan Karang Anyar ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah.

Andu juga mengaku tak jarang sisa banjir meninggalkan lumpur di sekitaran jalan dan bagian rumahnya. Sisa lumpur itu menurutnya selalu mengganggu pengguna jalan, sehingga ia kerap inisiatif membersihkan dengan sendirinya.

“Hujan dari pagi, banjirnya setinggi lutut. Pas sudah banjir, jalanan gak bisa dilewat kendaraan dan rumah kita juga terendam.
Kita merasa sulit lah kalau sudah hujan terus,  jadinya banjir Disini pernah aja ditinjau sama pemerintah, tapi sampai sekarang belum juga ada pengerjaan saluran air ini,” bebernya.

Baca Juga :  Jelang Ramadan 2026, MUI Tarakan Imbau Masyarakat Jaga Kekhusyukan hingga Penutupan THM

Sementara itu, warga Karang Anyar lainnya juga membenarkan hal itu. Hujan deras diikuti banjir pun menurutnya belum memiliki langkah solusi di kelurahan padat penduduk ini.

“Dari hujan mulai turun, 15 menit berikutnya langsung banjir. Karang Anyar itu gak bisa bisa hujan sedikit, begitu hujan langsung banjir,” ucap Thia kepada benuanta.co.id. (*)

Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *