benuanta.co.id, BULUNGAN – Antusias umat Kristiani melaksanakan perayaan Jumat Agung jelang Hari Paskah begitu besar, salah satunya Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Tanjung Selor. Jemaat yang datang tampak memenuhi ruangan dalam hingga tenda yang disiapkan di luar gereja juga penuh.
Ketua Wilayah GKII Kaltara, Pendeta Desefentison, mengatakan melalui pengorbanan Yesus Kristus yang dirasakan oleh umat Kristen hari ini banyak harapan salah satu bersyukur terhadap kesehatan yang telah diberikan oleh sang Pencipta.
“Tentunya dengan berkarya, memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam keyakinan iman Kristen, melalui pengorbanan Yesus Kristus dosa-dosa telah di ampuni ada harapan juga dalam pandemi Covid-19 ini, kita percaya Tuhan memberikan pemulihan kepada bangsa kita,” ujar Pendeta Desefentison kepada benuanta.co.id Jumat, 15 April 2022.
Pihaknya bersyukur perayaan Paskah tahun ini pembatasan masih diberlakukan dalam beribadah. Hanya saja berbeda dengan 2 tahun sebelumnya, kehadiran jemaat terbatas atau setengah dari kapasitas gereja.
“Walaupun dalam situasi pandemi Covid-19, kita tetap menerapkan protokol kesehatan. Kita yakin dengan adanya penurunan kasus, maka semangat beribadah kembali pulih dan keberanian umat kembali hadir,” tuturnya.
Sementara itu, Yunus Luat selaku Ketua Umum Panitia Hari Besar Kristen (PHBK) GKII Jemaat Tanjung Selor Tahun 2021-2022, menjelaskan kehadiran umat Kristiani dalam ibadah Jumat Agung di dalam gereja sekitar 600 orang. Kemudian yang di luar gereja yang disiapkan tenda kehadiran sekitar 400 orang.
“Kita perkirakan ada 1.200 orang, karena di dalam gereja bagian atas kurang lebih 200 orang dan di bawah ada 650 orang ditambah di luar sekitar 400 orang,” sebut Yunus Luat.
Tak hanya hadir secara tatap muka, panitia juga menyiapkan media berupa live streaming melalui YouTube GKII Tanjung Selor, dominan oleh kelompok keluarga. Kata dia, selama beberapa hari di mana puncaknya di hari Minggu sebagai Hari Paskah, ibadah telah terlaksana sejak hari Kamis disebut Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu.
“Ibadah di hari Minggu nanti kita buat 4 kali ibadah, supaya tidak terjadi penumpukan jemaat. Itu pagi jam 7, kemudian jam 9 sampai jam 19.30 supaya terurai,” pungkasnya. (*)
Reporter : Heri Muliadi
Editor : Yogi Wibawa







