benuanta.co.id, BULUNGAN – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) telah melaksanakan survey di beberapa daerah Kalimantan Utara (Kaltara), untuk dijadikan Kampung Nelayan Maju (Kalaju).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltara, Rukhi Syayahdin melalui Kepala Seksi Kenelayanan dan Pengembangan Usaha Penangkapan Ikan, Sopian menyebutkan akhir tahun 2021 hingga awal tahun 2022 telah dilaksanakan survey Kalaju di Kaltara.
“DJPT telah melakukan survey Kalaju di Sebatik, Nunukan dan Tarakan. Kalau di Sebatik itu di Sungai Pancang karena dekat dengan SKPT Sebatik, di Nunukan itu di daerah Mansapa,” ungkap Sopian kepada benuanta.co.id pada Kamis, 14 April 2022.
Sopian menjelaskan, jika Kalaju ini terintegrasi dengan teknologi, dibangunkan menara dan penyediaan jaringan Wi-Fi. Hal ini untuk menunjang nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan dari laut. Dengan tangkapan ikan terukur itu diharapkan nelayan tidak hanya mencari ikan namun langsung menangkap.
“Kalau yang dulu mencari dengan pakai GPS, kalau sekarang tujuannya menangkap. Ini supaya memudahkan masyarakat, begitu membuka gadget yang telah diberikan, mereka akan melihat pergerakan ikan,” jelasnya.
Selain Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan, Kalaju juga direncanakan untuk dibentuk di Kabupaten Bulungan khususnya di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah.
“Desa Salimbatu ini luas selain sungai punya wilayah hingga ke muara. Ini juga untuk meminimalisir penggunaan BBM nelayan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Matthew Gregori Nusa







