benuanta.co.id, TARAKAN – Aliansi Mahasiswa Tarakan Menggugat, melangsungkan aksi demonstrasi di depan Kantor Walikota Tarakan menuntut langkah pasti pemerintah mengatasi kenaikan BBM, LPG dan tarif PPN.
Di depan gerbang, aliansi mahasiswa yang dikordinatori oleh Hendra itu dalam orasinya mengeluhkan betapa pemerintah tidak berpihak kepada masyarakat. Sesuai dengan tuntutannya sebanyak 3 poin, para ketua organisasi mahasiswa silih berganti manyampaikan tegas orasinya.
“Kami datang kesini karena aspirasi masyarakat yang alami kesulitan karena kebijakan pemerintah. Beberapa waktu ini kenaikan BBM, LPG dan tarif PPN telah diputuskan pemerintah. Kami juga meminta tegas agar aparat kepolisian tidak melakukan tindakan represif,” ungkap Koordinator Aksi, Hendra dalam orasinya, Rabu (13/4/2022).
Pembakaran ban pun dilangsungkan oleh ratusan mahasiswa tersebut. Di tengah terik matahari, tak menjadi kendala bagi pihaknya menyampaikan aspirasi.
“Aliansi Mahasiswa Tarakan Menggugat meminta kepastian Pemerintah Kota Tarakan agar hal itu tidak menyulitkan masyarakat Kota Tarakan,” tambah Hendra.
Sembari menunggu kedatangan Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes para mahasiswa diizinkan masuk ke halaman kantor walikota, lalu disambut oleh Wakil Walikota Tarakan, Kapolres Tarakan, Dandim 0907/Tarakan, pihak Pertamina dan OPD di lingkup Pemkot Tarakan.
Aliansi Mahasiswa Tarakan Menggugat menuntut:
- Menolak dan membatalkan kenaikan harga BBM, LPG dan Tarif PPN
- Transparansi Draf RUU Sisdiknas
- Mengecam tindakan represif aparat di beberapa titik aksi
Dua poin tuntutan yang dihilangkan Aliansi Mahasiswa Tarakan Menggugat:
- Menolak penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden
- Mengawal pengesahan RUU TPKS. (*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Matthew Gregori Nusa







