benuanta.co.id, TARAKAN – Ular piton berukuran besar melintas di dinding kamar warga Kelurahan Karang Anyar Pantai, kini berhasil dievakuasi petugas Animal Rescue PMK Tarakan. Operasi tersebut terbilang ekstra, lantaran petugas harus lakukan pembongkaran dinding demi evakuasi ular dengan panjang 4 meter itu.
Dilaporkan warga yang beralamat di Jalan Mulawarman Gang Elang RT 17 nomor 77, petugas Animal Rescue kemudian bergegas menuju lokasi dan tiba pada pukul 17. 45 WITA, Senin (11/4/2022).
Setiba di rumah milik Rizkal Saputra itu, petugas langsung mengidentifikasi keberadaan ular tersebut yang berada di dalam dinding kamar. Alhasil ular tersebut teridentifikasi oleh petugas dan diketahui dengan jenis Sanca Batik dengan berat 25 kilogram dan berdiameter 20 centimeter.
Bergulir waktu evakuasi tersebut, membuat petugas terpaksa harus melakukan pembongkaran dinding berbahan Plywood itu dengan tujuan mempermudah mengevakuasi ular tersebut.
“Ular itu berada dicela cela dinding kamar melilit pada balok penyangga dinding kamar. Petugas dengan menerapkan K3, langsung membongkar dinding dan mengevakuasi ular. Operasi ini berlangsung selama 30 menit,” jelas Kasi PMK Tarakan, Irwan SE kepada benuanta.co.id, Selasa (12/4/2022).
Usai evakuasi ular sekitar pukul 18.35, PMK menyampaikan ular piton itu dipindahkan di Hutan Lindung Gunung Selatan.
Sementara itu menurut PMK, masuknya hewan liar di pemukiman warga terbilang seringkali. Adanya kerusakan habitat, membuat hewan liar itu mengintai pemukiman warga until mengejar sang mangsa.
“Ancaman masuknya hewan buas di pemukiman warga tergolong tinggi. Seringkali itu yang kita evakuasi yaitu ular berbisa, ular tidak berbisa, tawon, lebah, kucing, anjing liar, anjing peliharaan, kera dan buaya. Ancamannya tentu ada, karena habitat hewan itu semakin berkurang di Tarakan,” ungkap Kepala Seksi PMK Kota Tarakan.
Kerusakan habitat hewan-hewan tersebut, disinyalir lantaran keperluan masyarakat menebang pohon untuk peroleh kayu, ada juga untuk membuka kebun, sehingga hewan-hewan itu berusaha mencari makanan mereka seperti tikus, kodok di luar dari habitat.
Hampir setiap bulan, petugas animal rescue PMK selalu menerima laporan masyarakat untuk mengevakuasi berbagai hewan yang beresiko mengganggu manusia.(*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Ramli







