benuanta.co.id, TARAKAN – Aliansi Mahasiswa Tarakan Menggugat, memastikan pihaknya akan melakukan aksi demonstrasi pada Rabu (13/4/2022), dengan mengerahkan ratusan mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi. Selain itu terkait tuntutan utama, aliansi mahasiswa ini memiliki 3 tuntutan yang sebelumnya berjumlah 5 tuntutan.
Aliansi mahasiswa tersebut menjelaskan bahwa terdapat 13 organisasi mahasiswa intra dan ekstra kampus yang mengikuti aksi demonstrasi.
“Kawan-kawan (mahasiswa) semua antusias. Sudah beberapa waktu lalu kita persiapkan, jadi sudah 100 persen siap untuk turun aksi besok,” ungkap Koordinator Aliansi Mahasiswa Tarakan Menggugat, Hendra kepada benuanta.co.id, Selasa malam (12/4/2022).
Koordinator aksi itu memperkirakan sekitar 200 massa aksi dari kalangan mahasiswa, yang akan menggeruduk Kantor Walikota Tarakan. Pihaknya menentukan titik kumpul mulai dari Gedung Graha Pemuda, lalu kemudian menuju ke Kantor Walikota Tarakan.
Terkait berbagai tuntutan demonstrasi, ia mengaku sejak sore tadi aliansi tersebut sempat menghilangkan 2 poin tuntutan lantaran hal itu mulai ada titik terang.
“Sebelumnya ada 5 tuntutan, tetapi saat ini kami putuskan 3 poin tuntutan saja. Kami hilangkan poin tuntutan penundaan Pemilu 2024 dan RUU TPKS,” beber mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan itu.
Meski ketiga tuntutan itu tergolong isu nasional, pihaknya mengaku khawatir hal itu berdampak di daerah seperti halnya kenaikan harga BBM, kenaikan PPN dan beberapa lainnya.
“Nah, kami ingin meminta Walikota Tarakan memberikan suatu kepastian bahwa nantinya tidak ada kelangkaan BBM di Tarakan, tidak ada kepanikan publik akibat kelangkaan minyak goreng,” tegasnya.
Tak hanya itu, para peserta aksi pun ingin mempertanyakan kepada dinas-dinas terkait dan juga Pertamina seperti apa ketersediaan BBM di Tarakan.
Lebih lanjut, terkait rangkaian dan teknis demonstrasi pihaknya belum dapat memutuskan, lantaran malam ini tengah dilangsungkan konsolidasi pemantapan. Kemudian ihwal jaminan ketertiban alias antisipasi terjadinya kericuhan, hal itu pun masih dalam pembahasan internal.
Meskipun demikian, gabungan organisasi mahasiswa ini merespon segelintir isu yang menyatakan demonstrasi ini ditunggangi pihak-pihak tertentu, ia menepis bahwa gerakan ini merupakan murni dari sikap mahasiswa yang ingin memperjuangkan nasib masyarakat.
“Kalau ada isu begitu, ya mau bagaimana lagi. Intinya kami bergerak memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ucap Hendra.
Aliansi Mahasiswa Tarakan Menggugat menuntut:
1. Menolak dan membatalkan kenaikan harga BBM, LPG dan Tarif PPN
2. Transparansi Draf RUU Sisdiknas
3. Mengecam tindakan represif aparat di beberapa titik aksi
Dua poin tuntutan yang dihilangkan Aliansi Mahasiswa Tarakan Menggugat:
1. Menolak penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden
2. Mengawal pengesahan RUU TPKS. (*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Matthew Gregori Nusa







