benuanta.co.id, TARAKAN – Momen-momen hari besar seringkali digunakan untuk melancong atau sekedar berkumpul dengan keluarga jauh lintas daerah. Biasanya, pada waktu-waktu ini naiknya presentase penumpang seringkali dikaitkan dengan harga tiket yang kerap turut naik.
Berbeda halnya dengan pelayaran oleh PT. Pelni yang menyatakan tidak ada kenaikan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 2022.
Kepala PT. Pelni Cabang Tarakan menyebut bahwa PT. Pelni merupakan perusahaan BUMN yang bekerja dengan sistem Public System Obligasi (PSO) untuk pelayanan masyarakat.
“Sudah 10 tahun ini PT. Pelni tidak ada kenaikan harga tiket, tetap sama saja kita tidak seperti angkutan yang lainnya yang menerapkan batas atas dan batas bawah,” ucapnya saat ditemui, Selasa (12/4/2022).
Begitu halnya dengan kelas dalam setiap perjalanan. Saat ini juga, pihaknya tidak menerapkan kelas-kelas dengan tingkatan ekonomi hingga kelas I.
“Bedanya (harga) hanya sejauh dia ke pelabuhan mana dan jarak tempuh, kalau kelasnya kita sudah tidak ada, semua dikategorikan ekonomi. Karena kan ini kapal pakai anggaran PSO, jadi kalau ada kelas kesannya kita membeda-bedakan, jadi dipukul rata saja semua,” beber Asmar.
Lanjut, anggaran yang dimaksud Asmar ialah harga tiket tersebut sudah termasuk pensubsidian dari pemerintah. Padahal, jika tidak disubsidi harga tiket terbilang cukup mahal.
Dikatakannya, rate harga tiket untuk saat ini dimulai dari kisaran Rp 80 ribuan hingga Rp 600 ribu.
“Terjauh rutenya ke Maumere, itu sekitar Rp 600 ribuan, kalau terdekat itu Nunukan sekitar Rp 89 ribu. Tapikan kalau mau ke Maumere tidak langsung ke sana singgah-singgah jadi bisalah sambil wisata,” katanya.
Kendati begitu, keberangkatan dan kedatangan kapal yang menggunakan dua armada KM. Lambelu dan Bukit Siguntang ini dijadwal kan akan memasuki akhir peak season pada Mei mendatang.
“Akhir puncak mudik itu nanti sampe dengan 17 Mei dengan total 8 kali kedatangan dan keberangkatan kapal,” tutupnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







