benuanta.co.id, TARAKAN – Masuknya hewan liar di kediaman warga, telah diprediksi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMK) Tarakan bahwa menjadi suatu ancaman yang penuh resiko. Maraknya persebaran hewan buas dan hewan liar itu, perlu menjadi atensi bersama lantaran dipicu oleh daya dukung lingkungan yang diduga semakin degradasi.
Ironisnya, hewan buas yang masuk ke rumah warga dapat dikatakan tak jarang lagi. Hal itu telah dilaporkan kepada tim animal rescue PMK Tarakan yang kerap kali lakukan evakuasi.
“Ancaman masuknya hewan buas di pemukiman warga tergolong tinggi. Seringkali itu yang kita evakuasi yaitu ular berbisa, ular tidak berbisa, tawon, lebah, kucing, anjing liar, anjing peliharaan, kera dan buaya. Ancamannya tentu ada, karena habitat hewan itu semakin berkurang di Tarakan,” ungkap Kepala Seksi PMK Kota Tarakan, Irwan, SE kepada benuanta.co.id, Senin (11/4/2022).
Kerusakan habitat hewan-hewan tersebut, disinyalir lantaran keperluan masyarakat menebang pohon untuk peroleh kayu, ada juga untuk membuka kebun, sehingga hewan-hewan itu berusaha mencari makanan mereka seperti tikus, kodok di luar dari habitat.
Hampir setiap bulan, petugas animal rescue PMK selalu menerima laporan masyarakat untuk mengevakuasi berbagai hewan yang beresiko mengganggu manusia.
PMK menilai masuknya hewan buas di kediaman warga itu sangat beresiko. “Kita tidak tahu kapan masuknya (hewan), tiba-tiba langsung ada di dalam rumah. Beresiko juga untuk anak-anak dibawah umur yang belum mengerti, nanti dikira mainan,” sambungnya.
Kesiapan tim animal rescue PMK Tarakan dipastikan bersungguh-sungguh dengan memberikan respon cepat evakuasi hewan yang masuk ke kediaman warga.
“Kami harap semangat para personil juga direspon pemerintah dengan dukungan anggaran, karena sudah banyak fasilitas penunjang kami yang rusak dan minim,” tutur Irwan.
Sementara itu, Rendi warga Kelurahan Kampung Enam mengaku kediamannya berpotensi dimasuki hewan berjenis ular karena tak berjauhan dari lokasi hutan dan semak belukar.
Ia mengkhawatirkan apabila ia tak berada di rumah, tak ada penghuni rumahnya yang mampu menanggulangi itu. Dirinya mengapresiasi PMK yang selama ini berkontribusi penuh dalam penyelamatan.
“Kita juga mohon edukasi dari petugas bagaimana terhindar dari ancaman hewan-hewan yang masuk ke rumah itu. Tapi petugas sudah bagus dan cepat kami lihat saat evakuasi hewan-hewan liar yang mengganggu keselamatan warga,” tutup pemuda itu. (*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Matthew Gregori Nusa







