Pedagang Takjil Bertambah Setiap Tahun, Raup Keuntungan Menjanjikan

benuanta.co.id, TARAKAN – Bulan Ramadan kerap diwarnai kebutuhan masyarakat akan menu dan hidangan khusus. Hal itu dirasakan dengan melonjaknya pedagang takjil yang dinilai pengamat semakin bertambah dan mendulang keuntungan.

Beragam menu takjil mulai dari makanan, minuman dan aneka cemilan yang menggiurkan selera. Apalagi disajikan dengan suasana dan lokasi yang menarik para pengunjung, sehingga interaksi antara pedagang dan pembeli setiap tahunnya, berlangsung dengan baik.

Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tarakan, Dr. Ana Sri Ekaningsih, SE.,MM menilai kesempatan tersebut dimanfaatkan positif bagi kalangan pedagang tetap maupun pedagang musiman. Menu dagangan takjil tersebut, menurutnya tidak didapatkan pada hari-hari seperti biasa terkecuali bulan Ramadan.

Peluang itu, mensinyalir pedagang takjil bertambah setiap tahunnya, sehingga berdampak positif antara penjual dan pembeli.

“Pedagang takjil dan pembeli dinilai saling bergantungan, seperti halnya pembeli mencari momen-momen yang tidak ada pada hari biasanya. Hal ini juga sebagai bagian dari jalan pemulihan ekonomi. Tahun 2022 ini, perekonomian sudah dapat berjalan di semua sektor meskipun belum sepenuhnya,” terang Ana kepada benuanta.co.id, Ahad (10/4/2022).

Baca Juga :  Dinkes Tarakan Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah

Bagi setiap orang yang memiliki kreatifitas dan mampu melihat peluang, penjualan takjil di bulan Ramadan ini dapat mendulang keuntungan. Apalagi karakter masyarakat Tarakan yang kian konsumtif dapat meramaikan usaha dagangan tersebut tiap harinya.

“Banyak juga momen dan menu yang tidak ada di hari biasanya, sehingga bulan Ramadan ini juga menjadi kesempatan masyarakat mencari rezeki. Kalau ada kerugian, tidak mungkin kelompok pedagang itu semakin bertambah,” urainya.

Seperti halnya pedagang takjil di Pasar Ramadan Kelurahan Pamusian, ia mengaku hampir setiap harinya di penghujung siang sudah ramai menjajakan dagangannya di pasar ramadan itu. Puncaknya selesai salat asar pengunjung warga Tarakan berduyun-duyun datang belanja di pasar ramadan Pamusian. Jelang berbuka waktu magrib barulah pasar ramadan mulai sepi.

Baca Juga :  Dinkes Tarakan Imbau Warga Jaga Imunitas dan Terapkan PHBS di Musim Pancaroba

“Kami dari selesai salat zuhur langsung ke lokasi jualan. Alhamdulillah, awal puasa ini laris manis. Sekitar 2 jam lebih, jualan banyak yang habis,” ujar Rahmi salah seorang pedagang pasar Ramadan.

Di setiap titik pasar tersebut, terdiri dari meja-meja yang menyiapkan berbagai jenis takjil itu. Pengunjung silih berganti mencocokkan minat dengan mengitari area ramai yang tak jauh dari Taman Oval Markoni tersebut.

Para pedagang dan pembeli kerap berinteraksi di tengah momen setahun sekali ini. “Dodol satu bungkusnya Rp 12 ribu, es buah ada yang Rp 5 ribu, ayam rica-rica Rp 20 ribu. Semuanya diminati pembeli, cepat sekali terjual, Alhamdulillah,” tambahnya.

Baca Juga :  Satpol PP Tegaskan Penertiban PKL Kawasan Bandara Juwata Sesuai Perda

Sementara itu, pedagang takjil yang biasa disapa ibu Nani, mengaku banyak beroleh keuntungan selama bulan Ramadan ini. Ia bersama anak dan keluarganya menjajakan aneka takjil diantaranya kue basah, minuman dingin, es buah, kolak, lauk pauk dan sayuran di pusat wisata kuliner itu.

Sejak siang hari mulai berdagang, dirinya beberkan bahwa tak sedikit dagangannya laku terjual.

“Kita buka dagangannya dari jam 13.00 WITA sampai jam 18.30 WITA. Alhamdulillah banyak sekali yang membeli, kalau saya hitung sekitar lebih 50 pembeli sepanjang hari ini,” terang Nani kepada benuanta.co.id, Senin (4/4/2022). (*)

Reporter: Kristianto Triwibowo

Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *