benuanta.co.id, TARAKAN – Beredarnya video yang memperlihatkan terbakarnya sebuah speedboat dengan mesin 200PK pada Kamis, 7 April 2022 malam, menjadi kejadian kebakaran speedboat yang kesekian kalinya.
Lagi-lagi, kejadian yang terjadi sekira pukul 19.50 Wita di sungai Jembatan Bongkok RT. 32 Kelurahan Karang Anyar tersebut diduga karena korsleting saat mengisi bahan bakar minyak (BBM).
Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Polair Polres Tarakan, IPTU Jamzani menjelaskan bahwa korban bernama M. Sabir (25) yang merupakan motoris dari speedboat dengan body 40 merk Yamaha tersebut sedang melakukan pengisian BBM ke tangki speedboat.
“Korban mengisi BBM ke Tanki, karena mengisi terlalu penuh melober ke lantai speed boat terus ada timbul percikan api dari aki di speedboat itu dan menyambar ke minyak yang sudah tumpah di lantai speed tadi,” jelasnya saat ditemui pewarta, Jumat (8/4/2022).
Menyadari api sudah menyambar speedboat yang ia tumpangi, Jamzani melanjutkan, Sabir langsung lompat ke sungai dengan luka bakar ditangan kanan dan kirinya.
“Semalam langsung dibawa ke rumah sakit langsung diperiksa dokter dan dibolehkan pulang, personel saya sempat interogasi juga, ada saksi-saksinya juga dan memang tidak ada unsur kesengajaan,” lanjut Jamzani
Untuk pemadaman pada speed dengan warna hitam les oren itu dipadamkan secara manual dan saat ini sudah tenggelam di sungai Jembatan Bongkok karena hangus terbakar.
“Speedboat itu memang biasanya bukan pengangkut BBM, cuma memang lagi mengisi saja kayaknya mau dipakai melaut atau memancing,” ucap Jamzani.
Perwira balok dua tersebut menuturkan atas kejadian ini, pemilik speedboat mengalami kerugian sebesar Rp 70 juta.
Ia juga menghimbau kepada nelayan maupun motoris agar melakukan pengisian bahan bakar dengan benar. Seperti memperhatikan mesin dan tidak mengisi dalam keadaan mesin menyala.
“Sebenarnya boleh-boleh saja mengisi lewat jeriken ke tanki, karena sejak adanya aturan baru ini kan nelayan pergi ke SPBU dengan bawa surat rekomendasi dari Dishub dan kalau mau melaut sore atau malam itu kan SPBU sudah tutup jadi boleh saja kalau mengisi tidak di tempat pengisian langsung,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







