benuanta.co.id, TARAKAN – Kecelakaan laut berupa tenggelamnya kapal longboat di perairan Tanjung Antal Muara Bulungan terjadi pada Kamis dini hari, 7 April 2022. Hingga kini, Tim SAR gabungan berhasil menemukan kedua korban dalam kondisi selamat.
Melalui operasi tersebut, tim SAR gabungan berhasil menemukan nelayan Pandu (40) dan Erwan (35) dalam kondisi selamat sejauh 500 meter dari dari lokasi kejadian.
“Tim do lapangan berhasil menemukan korban pada pukul 10.45 WITA, selanjutnya korban dievakuasi ke puskesmas dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ungkap Kasi Operasi Basarnas Tarakan Dede Hariana.
Dikabarkan laka laut kedua nelayan tersebut disinyalir akibat tiupan angin kencang. Insiden itu menimbulkan korban terpisah kapalnya di tengah laut.
Sementara itu, seorang nelayan yang mengetahui kejadian tersebut, kepada benuanta.co.id menjelaskan laka laut nelayan asal Tarakan itu merupakan faktor cuaca ekstrem.
“Kawasan perairan Tanjung Antal itu memang membahayakan nelayan karena angin barat daya. Syukurnya mereka selamat, karena dia berenang dengan peti penampung ikannya. Dia nelayan pancing rawai,” jelas Rustan kepada benuanta.co.id.
Meski demikian, ia juga menguraikan betapa cuaca ekstrem ini menimbulkan resiko yang mengancam keselamatan bagi nelayan. Sisi lain, nelayan harus memenuhi kebutuhan ekonominya, kemudian keselamatan kerja juga utama.
“Cuaca ekstrem yang berbahaya sekali itu pada jam 00.00 WITA sama jam 05.00 WITA. Sekitar waktu ini disitu bersamaan ada ombak, angin kencang ditambah gelap lagi. Makanya itu antisipasi nelayan hanyalah mengurangi waktu melaut,” tutup Ketua KNTI Kaltara itu. (*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Matthew Gregori Nusa







