benuanta.co.id, TARAKAN – Cuaca buruk yang melanda Kota Tarakan tak jarang menimbulkan resiko kecelakaan laut bagi nelayan dan aktivitas pelayaran lainnya. Guna mengantisipasi kejadian bahaya tersebut, Satpolair Polres Tarakan memberikan atensi terhadap aktivitas itu.
Kasat Polair Polres Tarakan, IPTU Jamzani menerangkan beberapa waktu kini, wilayah perairan sangat rentan akibat cuaca buruk. Pihaknya membenarkan adanya angin kencang dan badai di sekitaran laut yang juga berdampak pada atap kantor Polair Polres Tarakan.
Polair Polres Tarakan berpesan kepada nelayan agar lebih waspada dan mengendapkan keselamatan saat berlayar.
“Terkait dengan cuaca, 2 hari ini terbilang ekstrim berupa badai dan angin kencang. Saya menginfokan kepada nelayan yang beroperasi malam hari, agar keamanannya diperhatikan betul-betul dan menyiapkan pelampung, alat penerangan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap IPTU Jamzani kepada benuanta.co.id, Jumat (1/4/2022).
Perwira polisi dengan pangkat balok dua itu, mengedukasi nelayan dan seluruh masyarakat agar memanfaatkan informasi cuaca yang dikabarkan BMKG setiap harinya. Hal itu menurutnya, agar nelayan dapat mengetahui kondisi cuaca saat tengah melaut.
“Paling penting itu melihat cuaca, di BMKG selalu mengupdate setiap hari. Sebaiknya informasi cuaca didalami sebanyak mungkin. Laka laut yang terjadi kemarin (Kapal nelayan bocor dan tenggelam), itu bisa saja karena beberapa penyebab baik nahkoda, cuaca tetapi yang lebih penting nakhoda harus mengetahui situasi cuaca saat berlayar,” sebutnya.
Jamzani mengimbau, sebaiknya nelayan bila terjadi cuaca buruk, agar lebih kedepankan keselamatannya dengan mengetahui kondisi angin, badai dan cuaca lainnya.
Selama ini pihaknya mengaku menjalin sinergitas yang baik dengan Basarnas Tarakan. Setiap melangsungkan operasi pencarian dan penyelamatan, Satpolair Polres Tarakan kerap terbantukan oleh Basarnas Tarakan.
“Keselamatan harus dijaga dan diperhatikan betul-betul, jangan sampai kecelakaan laut lagi. Apabila ada kejadian, bisa langsung menghubungi kami (Satpolair Polres Tarakan) di penjagaan atau menghubungi saya juga tidak apa-apa,” urainya.
Sementara itu, salah satu ABK industri perkapalan yang berlabuh di perairan Tarakan, membenarkan bahwa kondisi cuaca di laut beberapa hari terakhir terbilang cukup ekstrem.
“Angin kencang dan ombak cukup besar, hampir 2 meter. Kalau kami dari kapal mau turun ke darat, itu kan harus naik speedboat, jadi terasa sekali guncangan ombak di atas speedboat,” ungkap Richard yang juga warga asal Tarakan. (*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Matthew Gregori Nusa







