benuanta.co.id, BULUNGAN – Insiden kecelakaan kerja hingga menyebabkan korban jiwa di tambang batu bara milik PT Pipit Mutiara Jaya (PMJ) Site Desa Bebatu Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung (KTT), Senin 28 Maret 2022 masih dalam penanganan Polres Bulungan. Sejak kejadian tanah longsor di tambang itu, kepolisian telah turun melaksanakan penyelidikan.
Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan IPTU Mhd Khomaini mengatakan, personel Reskrim dari Unit Tipidter telah diterjunkan ke lokasi kejadian dibantu oleh Polsek Sesayap Hilir.
“Kejadian sore jam 5, kini masih kita pelajari dan di periksa dulu. Tapi terhadap korban yang selamat kita belum periksa karena masih dalam tahap pemulihan atas nama Rian dan Arjun di Tarakan,” ucap Khomaini kepada benuanta.co.id, Rabu 30 Maret 2022.
Pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian tanah longsor tersebut. Pasalnya, saat ini tengah fokus melakukan pencarian dan evakuasi korban yang masih tertimbun tanah longsoran. Kemudian upaya lanjutan mengumpulkan keterangan dari orang-orang yang ada di lokasi kejadian.
“Selanjutnya akan kita periksa semua yang ada di lokasi di antaranya saksi-saksi, yang bertanggungjawab di situ. Setelah itu baru kita gelarkan, apakah ada unsur kelalaian ataukah memang faktor alam,” jelasnya.
Khomaini menjelaskan sesuai laporan Polsek Sesayap Hilir, kejadian naas ini terjadi ini berupa tanah longsor pada hari Senin 28 Maret 2022 sekitar pukul 17.17 Wita di di Pit 19 utara areal PT PMJ Desa Sengkong Kecamatan Sesayap Hilir, yang mengakibatkan 2 orang tertimbun.
“Tanah longsor mengakibatkan 2 orang karyawan yang tertimbun tanah yaitu bernama Santo usia 34 tahun dan Awaluddin usia 38 tahun,” sebutnya.
Untuk diketahui, Santo bertugas sebagai operator Excavator 06- Hitachi 870 warga Jalan Angsa RT 014, Juata Permai Kecamatan Tarakan Utara dan Awaluddin sebagai operator Excavator 11 – Hitachi 870 beralamat Selumit Pantai RT 026 RW 004, Selumit Pantai Kecamatan Tarakan Tengah Kota Tarakan.
Kemudian jumlah unit yang tertimbun tanah longsor sebanyak 10 unit di antaranya Excavator 870 PC ada 5 unit, Hitachi 870 PC ada 3 unit dan Dozan 8100 PC ada 2 unit.
“Saat kejadian ada beberapa karyawan yang dapat menyelamatkan diri dengan cara melompat dan telah dievakuasi di antaranya Moses, Basira, Rian, Arjun, Wawan, Alex, Suerdi dan Logen,” sebut Khomaini.
Dia menambahkan aktivitas yang dilakukan sebelum terjadi tanah longsor adalah loading OB blok utara dan ada juga yang loading batu bara. Kemudian tanah yang longsor adalah tanah gambut yang tidak basa.
“Jarak tanah longsor dengan danau sekitar 500 meter dan kedalaman tanah longsor sekitar 40 sampai 50 meter,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







