benuanta.co.id, TARAKAN – Rumah yang ludes terbakar di Jalan Sembakung RT 9, Kelurahan Mamburungan berhasil dipadamkan. Menurut saksi di sekitar tempat kejadian, pemilik rumah sedang mandi dugaan sementara api berasal dari bagian depan rumah.
Kebakaran rumah tunggal yang terjadi sekitar pukul 15.00 Wita tersebut lantas menarik perhatian warga yang melintas. Sebelum pemadam kebakaran tiba, warga setempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya.
Pemilik rumah yang diketahu bernama Anang Bakti sedang berada di belakang rumah sedang mandi. Tiba-tiba asap mulai mengepul disusul kepulan api dari bagian depan rumah.
“Api mulai dari bagian depan rumah. Kita belum tahu penyebabnya apa, tapi memang pusat listriknya di bagian depan rumah. Api membesar karena bagian plafon berbahan kayu,” ujar sanak keluarga korban, Usman kepada benuanta.co.id.
“Bapaknya lagi mandi tadi, terus anak-anaknya lagi di luar rumah. Angin tidak terlalu kencang, kalau kencang mungkin rumah di sekitar pasti terbakar juga,” tambah Usman.
Usman menyampaikan, rumah terbakar milik keluarganya itu dihuni sebanyak 7 orang keluarga. Pada saat kejadian, keluarga dan kerabat korban yang tak jauh dari rumahnya pun bergegas membantu pemadaman. Tampak warga hingga kini masih terus membantu memindahkan barang-barang yang tersisa.
“Kerugian mungkin ratusan juta ya, apalagi ini rumah lama sekitar tahun 1970-an lalu direnovasi sekitar tahun 1990-an,” tutup pegawai Dishub Kota Tarakan itu.
Sementara itu, Kepala Seksi PMK Tarakan Irwan, SE menuturkan bahwa pemadaman api pada bangunan tersebut berlangsung selama 20 menit dengan mengarahkan 3 selang pada titik terbakar dan rumah sekitarnya.
“Setelah sampai di lokasi, petugas melakukan size up dan melakukan pemadaman dengan 3 arah sasaran yaitu pada bagian rumah terbakar, rumah tetangga dan depan rumah,” urainya.
Hal itu dilakukan PMK, dalam rangka pencegahan pada rumah yang berada disebelah TKK (Tempat kejadian kebakaran). Selanjutnya, PMK melakukan pendinginan dan overhoull.
“Atensi warga sekitar juga baik dalam membantu pemadaman, namun kami himbau mereka untuk mengatur jarak aman, karena mereka tidak menggunakan peralatan dan safety,” tutup Irwan. (*)
Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor : Nicky Saputra







