benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Telah terjadi longsor lokasi tambang batu bara di Kabupaten Tana Tidung (KTT) pada Senin (28/3/2022). Sebanyak 6 orang diduga menjadi korban, sementara 2 di antaranya masih dalam pencarian tim Basarnas Kota Tarakan.
Melalui press release, Kepala Basarnas Kota Tarakan, Amiruddin mengatakan telah terjadi Kondisi Membahayakan Manusia (KMM). Berdasarkan laporan yang diterima, sebanyak 6 orang tertimbun longsor di pertambangan batu bara.
“Sebanyak 6 orang tertimbun, namun 4 di antaranya berhasil diselamatkan, sementara 2 korban lainnya masih dalam pencarian,” ujarnya kepada benuanta.co.id pada Selasa, 29 Maret 2022.
Dijelaskan Amiruddin, diperkirakan longsor terjadi pada Senin, 28 Maret 2022 sekitar pukul 17.23 WITA dan Basarnas baru mendapatkan informasi Pada Selasa, 29 Maret 2022 sekitar pukul 14.30 WITA.
“Diduga tambang batu bara yang mengalami longsor tersebut dikelola PT. Pipit Mutiara Jaya (PMJ). Tim Search and Resque (SAR) diperkirakan akan tiba di lokasi kejadian pada pukul 17.50 WITA,” sebut Amiruddin dalam rilisnya.
Selain Basarnas Tarakan, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Tidung lebih dulu melakukan aksi untuk melakukan evakuasi terhadap dua korban yang masih dalam pencarian. Namun begitu, pihak BPBD Tana Tidung belum diizinkan masuk ke lokasi.
“Kita tidak tahu kenapa pihak perusahaan seperti itu (menolak). Intinya BPBD KTT memang ditolak untuk masuk ke lokasi kecelakaan,” kata Kepala BPBD KTT, Darwis saat dihubungi Selasa, 29 Maret 2022.
Meski harus mengalami penolakan pihak PT PMJ, Darwis bersama tim BPBD KTT tetap bertindak profesional dengan tetap menempatkan sejumlah personel BPBD di pintu masuk PT PMJ.
“Kita tempatkan (Personel) di depan jalan masuk perusahaan, karena kita juga harus tahu apa yang sedang terjadi di dalam,” ujarnya.
Darwis menjelaskan insiden kecelakaan kerja yang terjadi di Area pertambangan PT PMJ, terjadi pada Senin 28 Maret sekitar pukul 17.30. Di mana insiden itu merupakan insiden tanah longsor yang diduga telah memakan korban.
Ia menambahkan personel BPBD KTT akan tetap ditempatkan di depan pintu masuk PT PMJ, sambil menunggu kedatangan tambahan personel dari Basarnas Tarakan.
Kepala Desa (Kades) Sengkong, Sulaiman saat dikonfirmasi benuanta.co.id mengatakan dirinya belum mengetahui secara pasti kebenaran informasi dari adanya insiden kecelakaan kerja di area tambang PT PMJ.
“Untuk Area PT PMJ ini juga masih masuk dalam wilayah Desa Sengkong dan 2 Desa lainnya, tapi kalau untuk adanya insiden saya belum tahu secara pasti,” kata Kades Sengkong, saat dihubungi Selasa 29 Maret 2022.
Sementara itu Kades Bebatu, Mahmuda menerangkan pihaknya sudah mengetahui dan menganggap insiden tanah longsor di area pertambangan merupakan suatu ancaman bagi para pekerja tambang.
“Bukan bencana tapi hanya insiden, dan itu memang terjadi kemarin yang namanya perusahaan tambang insidennya pasti tidak jauh dari longsor,” kata Mahmuda.
Tak hanya itu, Kades Bebatu ini juga membenarkan mengenai adanya larangan tim keselamatan dari luar perusahaan untuk masuk ke dalam area insiden.
“Bukan melarang, tapi mungkin belum diperkenankan karena biasanya pihak perusahaan mempercayakan hal seperti ini kepada tim keselamatannya sendiri,” tukasnya.
“Apalagi ini bukan bencana dan hanya insiden, makanya mungkin pihak perusahaan ingin menanganinya sendiri, karena kita pihak desa juga tidak diperkenankan masuk,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak PT PMJ yang bisa dikonfirmasi benuanta.co.id. (*)
Berikut data korban longsor yang masih dalam pencarian:
Nama: Santok
Umur: 32 Tahun/Laki-laki
Alamat: Tana Tidung
———————————————————————————–
Nama: Sawaluddin
Umur: 43 Tahun/Laki-laki
Alamat: Tana Tidung.
Reporter : Osarade/Matthew Gregori Nusa
Editor : Nicky Saputra







