Tarakan – Penanganan dan pemutusan mata rantai COVID-19 merupakan tanggung jawab semua pihak, oleh karena itu Pertamina Hulu Indonesia Tarakan Field bekerja sama dengan BIN Kaltara, Dinas Kesehatan dan RSUD Tarakan dalam mengadakan vaksin booster hari ini, Sabtu (26/3).
Pertamina Tarakan Field terus mendukung program pemerintah dalam upaya memutus mata rantai COVID-19. Hal ini terbukti dengan tercapainya 100% vaksin 1 dan 2 bagi pekerja Pertamina di Tarakan Field.
Vaksinasi hari ini tidak hanya diberikan kepada pekerja Pertamina, namun juga terbuka bagi seluruh masyarakat di wilayah Tarakan. “Hal ini merupakan bentuk kepedulian dan kerjasama yang baik untuk masyarakat luas dimana kami menyediakan vaksin ke-3/booster sebanyak 500 dosis atas dukungan dari BIN Kaltara, Dinas Kesehatan dan RSUD Tarakan,” ungkap Field Manager Tarakan, Isrianto Kurniawan melalui siaran persnya.
Hal ini pun selaras dengan tata nilai Pertamina AKHLAK, kolaboratif yakni bekerja sama dengan seluruh pihak untuk penanggulangan COVID-19 dan harmonis, dengan harapan tercapainya transisi dari epidemi menjadi endemi dalam beberapa bulan ke depan, maka keharmonisan dalam bermasyarakat dapat terus di jalankan.

“Kami terus menghimbau rekan-rekan untuk tetap waspada, sudah 2 tahun pandemi yang disebabkan oleh virus COVID-19 berlangsung. Di Indonesia dan di Tarakan pun banyak yang terkena dampaknya. Harapan kami kondisi pandemi dapat segera berangsur menjadi endemi, namun demikian, kita tetap harus mematuhi dan menerapkan Protokol kesehatan 6M dengan optimal, terlebih dengan adanya temuan kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia, ” jelasnya.
Lanjutnya, jangan sampai lengah dan terus bekali diri dengan informasi perkembangan penanganan COVID-19 di Tarakan maupun di Indonesia. “Mari kita dukung terus upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BINDA Kaltara Brigjend TNI Andi Sulaiman, S.Sos mengatakan terus memaksimalkan kegiatan vaksinasi, dengan menjadwalkan setiap hari ada vaksinasi di tempat yang berbeda-beda bersinergi dengan sejumlah ormas di Tarakan. Bahkan, ia menargetkan per hari 2.000 vaksin.
“Masalahnya populasi masyarakat kita kecil, tidak sampai 1 juta, capaiannya paling di bawah seribu. Yang berhak dapat vaksin dari target nasional 500an ribu, sampai degan vaksinasi anak-anak 600an ribu, jadi, kita maksimalkan saja yang ada,” ujar pria yang juga Ketua KKSS Kaltara ini.
“Stok vaksin banyak, Kaltara cukup banyak stok vaksin, tinggal dinkes kabupaten dan kota memaksimalkan, kita hanya mensupport kegiatan ini,” pungkasnya.(*)
Editor: Ramli







