Kaltara Potensi Banjir, BMKG Sebut Curah Hujan Tinggi Efek Udara Basah Laut Cina Selatan

benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan memprakirakan terjadinya curah hujan yang tinggi dan berpotensi terjadinya banjir di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).

Prakirawan BMKG Tarakan, Totok Dwi Sucahyanto menyebut hal tersebut merupakan efek dari fenomena alam dari Laut Cina Selatan, hingga berdampak pada cuaca di Kaltara. BMKG memprediksi terdapat potensi hujan pada malam hari selama beberapa waktu.

“Saat ini di perairan laut Cina Selatan ada aliran angin yang terkumpul dan dibelokkan menuju ke tenggara. Potensi membawa masa udara basah ke Kaltara,” ujar Totok kepada benuanta.co.id, Senin (28/3/2022).

Baca Juga :  HPN 2026 di Kaltara: Perkuat Sinergi Pers, Pemerintah, dan Masyarakat untuk Daerah Maju dan Berkelanjutan

Kemudian, ia menguraikan bahwa belokan angin tersebut sangat menguatkan terjadinya hujan di wilayah Kaltara.

“Jadi tepatnya kalau dibilang ekstrem tidak, tetapi kalau potensinya panjang masa udara tersebut, maka berpotensi terjadi banjir dan tanah longsor untuk wilayah lereng, kawasan rendah atau pesisir pantai,” sambungnya.

Namun demikian, efek ini kategorinya bukan ekstrem, tetapi potensi hujan lantaran masa udara basah yang relatif lebih tinggi.

Baca Juga :  Belum Ada Instruksi Pemutihan Pajak Kendaraan, Bapenda Dorong Kepatuhan Warga

“Karena terjadi adanya semacam palung akibat pertemuan 2 titik bakal bibit siklon di belahan bumi utara, tepatnya di Utara dan Selatan Papua. Itu yang menyebabkan tarikan masa udara dari laut Cina Selatan bergeser melalui Kaltara,” urai dia.

Sementara itu terkait ancaman banjir, BPBD Tarakan mengamati tidak terlalu berdampak besar alias masih dapat terkendali.

“Kalau hujan biasanya 4 sampai 5 jam genangan air, lalu intensitas hujan alami penurunan dan didukung dengan pasang surut yang juga mendukung, sehingga kita bisa langsung atasi,” tanggap Kepala Seksi Pencegahan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan Budi Soenjoto.

Baca Juga :  Tersangka Korupsi Aplikasi ASITA Masuk DPO, Kejati Kaltara Masih Lacak Keberadaan MI

BPBD pun tak dapat memungkiri bila terjadi banjir, namun diperkirakan Budi hanya skala genangan air tergantung curah hujan. “Contohnya saja di Jalan Mulawarman itu genangan bisa sampai 60 cm, namun waktu 4 jam dapat menurun,” tutup Budi. (*)

Reporter: Kristianto Triwibowo

Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *