benuanta.co.id, MALINAU – Pergantian pucuk pimpinan di lingkup Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Malinau, dipastikan tak pengaruhi kasus dugaan korupsi yang sedang digarap Kejari Malinau.
Seperti yang diketahui pucuk pimpinan Kejari Malinau, resmi berganti sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Kejaksaan Agung. Jaja Raharja, Kejari Malinau sebelumnya digantikan oleh Daniel Martua.
“Pindah tugas merupakan hal yang pasti di Lingkungan kerja kejaksaan dan sebagai jaksa kita harus siap untuk bertugas dimanapun,” kata Kasi Intel Kejari Malinau, Slamet Riyadi, saat dihubungi benuanta.co.id, Sabtu 26 Maret 2022.
Saat menjabat sebagai Kejari Malinau, Jaja menorehkan beberapa kasus seperti pengungkapan beberapa kasus korupsi yang melibatkan pejabat Desa. Bahkan, setelah resmi dipindah tugaskan sebagai Asisten Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, Kupang, beberapa kasus yang ditanganinya masih ada berjalan hingga saat ini.
“Kasus yang masih berproses tetap akan berjalan seperti biasanya dan kita jami tetap akan berjalan sesuai prosedur hukum,” ujar kasi Intel.
Salah satu kasus korupsi yang masih berjalan, ialah kasus dugaan korupsi pengadaan baju batik Sekolah, yang diduga telah merugikan Negara miliaran rupiah.
“Kasus itu masih berjalan sampai saat ini dan kita pastikan tetap akan berjalan meski pucuk pimpinan telah berganti,” ujarnya lagi.
“Bahkan kasus ini sudah berjalan hingga pemeriksaan para saksi-saksi kunci seperti pihak kontraktor,” pungkasnya.(*)
Reporter: Osarade
Editor: Ramli







