Aksi Renang Ibrahim Arungi Lautan dari Tanjung Karis Bulungan hingga Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Refleksikan Hari Air Sedunia, perenang Ibrahim Rusli (57) kembali mengarungi lautan dengan berenang dari Tanjung Karis, Kabupaten Bulungan hingga berlabuh di Pelabuhan Perikanan Tengkayu II Tarakan.

Ibrahim berjibaku menempuh jarak 6 kilometer di tengah arus dan ombak bertolak sekitar pukul 11.00 WITA hingga 13.00 WITA tiba di Tarakan. Anggota PMK Kota Tarakan itu mengaku tetap berstamina hingga berlabuh di daratan.

“Sekitar 2 jam lebih saya arungi 6 kilometer di laut. Kendalanya itu lawan arus dan juga ada ombak sedikit. Hampir satu jam posisi renang saya tidak berpindah-pindah, karena lawan arus,” kata Ibrahim kepada benuanta.co.id, Sabtu (26/3/2022).

Menurutnya, jarak yang kini ia tempuh sejak belasan kali, tergolong sedang. Sebelumnya, yang terjauh ia mampu mengarungi jarak 8 kilometer lautan.

Melalui aksi tersebut, Ibrahim ingin semua masyarakat menggunakan air dengan bijaksana dan sehemat mungkin, lantaran air semakin berkurang. Ia juga berpesan agar menjaga kebersihan laut dan tidak mencemari ekosistem laut.

Baca Juga :  Jelang Imlek dan Ramadan 2026, Cuaca Tarakan Diprakirakan Didominasi Hujan

 

Meski terik matahari begitu cerah, Ibrahim tak menyerah melangsungkan aksi renangnya. Ia yang juga dikawal langsung oleh armada Ditpolairud Polda Kaltara, mengaku punya tips khusus saat berada di tengah laut.

“Ya cara bertahan di air selama berjam-jam, yaitu di air harus bergerak tangan dan kaki agar tidak alami hipotermia. Lalu harus irit nafas, diatur ritmenya,” tambahnya.

Aksi ini disebutkannya sebagai bagian dari kegiatan PMK Kota Tarakan, yang juga didukung langsung oleh Walikota Tarakan dan Kepala Satpol-PP dan PMK Tarakan. Ibrahim disambut gembira dengan disematkan kain merah putih.

Renang di Lautan Luas, Ibrahim Sempat Terancam Hewan Buas

MESKI tergolong lanjut usia, Ibrahim Rusli (57) mengaku masih mampu berenang dengan jarak kejauhan. Sebanyak 15 kali berenang melintasi berbagai pulau, Ibrahim punya berbagai resiko yang dihadapi, diantaranya ancaman hewan laut. Berkat respon cepatnya dan teknik renang yang baik, sehingga ia mampu selamat.

Baca Juga :  Dinkes Tarakan Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah

Usai Sabtu siang (26/3/2022) melangsungkan renang dari Tanjung Karis Kabupaten Bulungan ke Pelabuhan Perikanan Tengkayu II Tarakan, dirinya mengaku jarak tersebut masih sedang.

Personil PMK Kota Tarakan itu, telah melalang lintang dengan olahraga renang. Bahkan ia pun tak jarang berenang di lautan lintas daerah hingga meraih rekor MURI.

“Saya pernah 8 kilometer dari Sebatik ke Tawau sekitar 4 jam. Tidak pernah alami hipotermia, tapi kalau binatang laut seperti ubur-ubur itu pernah disengat. Lalu sempat lihat hiu lewat, karena kelihatan siripnya,” ujar Ibrahim kepada benuanta.co.id.

“Untung saja saya lihat (sirip Hiu) melintas, kalau tidak selesai (dilahap). Kejadian iItu waktu di perairan Maratua,” sambung pria kelahiran Balikpapan itu.

Baca Juga :  Selama Ramadan Polres Tarakan Antisipasi Balap Liar hingga Penimbunan Bahan Pangan

Kemampuannya yang dibanggakan semua pihak, ternyata menyimpan capaian tak terkalahkan oleh atlet renang lainnya. Pada tahun 2013, Ibrahim pernah sabet rekor MURI yakni pernah melintasi selat Bali hingga Madura dalam waktu sehari, selama kisaran 4 jam .

“Di laut itu beda sama di darat. Kalau di laut, meskipun hanya 2 kilometer tapi kan kita melawan arus ya. Selain irit nafas, kita juga membutuhkan nyali. Banyak orang bisa (berenang), tapi tidak semua punya nyali,” ucapnya.

Ibrahim sosok menakjubkan itu, pada awal mengenal dunia renang diawalinya di Sungai Kayan Kabupaten Bulungan. Sejak tahun 2010, ia beranikan diri untuk berenang di lautan.(*)

Reporter: Kristianto Triwibowo

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *