benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung akhirnya mencairkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di lingkungan Pemkab Tana Tidung pada Jumat, 25 Maret 2022.
Pencairan TPP ini sempat tertunda karena belum adanya Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Kemarin itu posisi kita di Pemkab hanya menunggu persetujuan dari Kemendagri saja, karena berkas untuk pencairan TPP kita sudah ada. Namun karena baru ditandatangani, jadi TPP kita baru bisa cair,” kata Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT), Ibrahim Ali.
Untuk pencairan TPP ini, bupati KTT itu menjelaskan kalau TPP yang cair saat ini baru TPP bulan januari dan Februari saja, sedangkan untuk di bulan maret belum dicairkan. Alasannya karena TPP dihitung 20 hari kerja selama satu bulannya, sehingga tidak seperti gaji pegawai yang masuk rekening setiap tanggal 23.
“Ini kan baru masuk tanggal 20 saat pencairan, jadi untuk bulan maret belum bisa langsung kita cairkan. Namun, TPP ini insyallah tetap akan cair karena merupakan hak dari PNS itu,” jelasnya.
Orang no 1 di KTT itu juga menerangkan kalau TPP merupakan elemen penting bagi perputaran roda perekonomian daerah. Pasalnya, baik PNS dan tenaga honorer masih merupakan profesi yang paling dominan di KTT.
“Dinamikanya selalu begitu, jika TPP cair pasar-pasar tradisional dan toko di KTT pasti jadi hidup kembali, karena aktivitas transaksi jual belinya,” terangnya lagi.
“Oleh karena itu, saya harap PNS yang TPPnya sudah cair, tidak berbelanja kebutuhan pokok di luar daerah. Tapi tetap berbelanja di pasar lokal saja agar penjual kecil kita juga hidup,” imbuhnya.
Di sisi lain, Ambo yang merupakan salah satu pedagang sembako yang ada di Tideng Pale mengakui ikut merasakan dampak dari pencairan TPP ini. Di mana sejak cairnya TPP ini, pelanggannya yang kebanyakan berprofesi sebagai PNS, mulai aktif kembali berbelanja di tokonya.
“Memang kalau TPP atau gaijan belum cari, rata-rata toko di sini jadi kurang pembeli. Tapi kalau gaijan atau TPP cair pasti ramai lagi dan kondisi seperti itu pasti selalu terjadi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Osarade
Editor: Matthew Gregori Nusa







