benuanta.co.id, TARAKAN – Anggota DPRD Tarakan menyoroti kondisi atap masjid Baitul Izzah, Kampung Empat. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan, Muhammad Yusuf, menerangkan kondisi atap bangunan masjid ini mesti diperbaiki. Apalagi, masjid Baitul Izzah termasuk ikon di Kota Tarakan.
“Karena di dalam bangunan masjid itu banyak titik-titik bocor yang tentunya perlu perhatian,” katanya, Senin (21/3/2022).
Menurutnya, kondisi masjid sangat dibutuhkan jemaah yang melakukan salat 5 waktu di masjid tersebut. Kondisi masjid juga sangat mendukung kekhusyukan para jemaah.
“Supaya pada saat umat muslim menjalankan ibadah puasa dan ibadah salat, mendapatkan kesejukan, ketenangan dan kedamaian,” ucapnya.
Politisi Partai NasDem tersebut menerangkan sudah ada respons dari Pemkot Tarakan yang akan dilaksanakan sesuai dengan mekanisme penggunaan anggaran.
“Takmir Masjid juga sudah mengajukan anggaran bagaimana upaya untuk memperbaiki kondisi yang ada. Paling tidak titik-titik kebocoran di tempat ibadah bisa secepatnya diperbaiki,” terangnya.
Selain perbaikan pada kebocoran atap masjid, DPRD juga meminta halaman Masjid Baitul Izzah dibersihkan.
“Terus juga di sana kan banyak rumput yang tumbuh di halaman Masjid. Itu kan tidak terlalu susah membersihkan tinggal disemrot dengan air tekanan tinggi sudah bersih,” tutupnya
Terpisah, Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes menegaskan memang merencanakan akan melakukan rehabilitasi besar-besaran di masjid Baitul Izzah tersebut.
“Saya kira itu sudah setiap saat kita lakukan itu, kayanya sih kalau saya lihat itu sudah beberapa kali dilakukan tapi masih juga. Mungkin harus ada rehab besar-besaran dan itu memang perlu direncanakan dulu kayanya,” terangnya.
Diakuinya, perbaikan berulang-ulang pada atap namun masih kembali bocor.
“Kalau saya kira memang harus di opname secara menyeluruh dan setelah itu nanti memang kayanya gak bisa lagi ditambal-tambal kayanya. Tapi itu butuh perencanaan yang lebih baik lagi dan tentu butuh anggaran lah,” jelas Wali Kota.
Lanjutnya, menyoal anggaran pihaknya telah menganggarkan pemeliharaan setiap tahunnya. Sehingga kerusakan saat ini tidak parah seperti dulu.
“Setiap tahun ini kan ada anggaran pemeliharaan tetapi ternyata tidak cukup bisa menyelesaikan masalah itu masih ada bagian yang walaupun sudah jauh berkurang dari dulu. Kalau dulu kan betul-betul banyak sekali, sekarang sudah agak berkurang lah tinggal beberapa titik saya lihat gak terlalu banyak,” paparnya.
Untuk perbaikan lebih lanjut, dikatakan dr. Khairul harus dipelajari lebih lanjut yang melibatkan para teknisi ahli bangunan. Agar perbaikan ini tidak dapat dilakukan dengan maksimal dan bangunan dapat bertahan kokoh.
“Cuma kalau dibongkar kan untuk orang ibadahnya gimana nanti harus dicari kan lagi solusi, apalagi kalau musim hujan tentu akan jadi masalah. Tapi selama ini sih upaya pemeliharaan masih terus berjalan di sana, mudah-mudahan upaya-upaya tapi saya lihat sudah cukup mengurangi dari tingkat kebocoran yang lama ke yang sekarang,” tandasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







