Bupati Laura: Jangan Terlena dengan Zona Nyaman di Dunia Birokrasi

benuanta.co.id, NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid melantik 264 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawasan dan jabatan fungsional dilingkup pemerintah daerah Kabupaten Nunukan, Jumat 18 Maret 2022, secara virtual dan tatap muka.

Laura mengajak agar semua pejabatnya harus bisa berubah ke arah lebih baik. Kemudian memenuhi target kerja.

Lanjut dia, saat ini sudah ada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), renstra dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) maka pejabatnya harus segera bekerja dengan
penuh keberanian dan jangan takut asal mengikuti aturan. Sebab ketakutan, kata Laura, adalah milik para pecundang dan keberanian adalah milik para pemenang.

Sebagai pejabat pembina kepegawaian Bupati Laura memahami perasaan ASN saat ini, yang baru dilantik bahkan sampai pada soal keuangan, salah satu contoh disaat tambahan penghasilan pegawai (TPP) tidak cair sampai tiga bulan karena kendala sistem secara Nasional.

“Saya terus berkoordinasi dengan OPD dan kementerian dan begitu disetujui saya langsung perintahkan untuk dibayar tiga bulan, sementara di daerah lain masih ada yang dibayar satu bulan, bahkan ada yang belum dibayarkan,” ujar Laura.

Bupati Laura berpesan, kepada ASN yang baru saja dilantik agar jangan pernah terlena dengan zona nyaman di dunia birokrasi. Ia mengharapkan, lakukan perubahan-perubahan di sekitar diri masing–masing.

Mulailah dari hal-hal yang kecil kemudian berlanjut pada hal-hal yang lebih besar dan lebih menantang. Lakukan dengan penuh keberanian, ketekunan, namun harus tetap terukur, agar perubahan yang dilakukan tidak justru menimbulkan kerugian yang lebih besar.

“Perubahan tidak harus dimulai dari top leader atau atasan saja, perubahan bisa diinisiasi dari bawah, dari tingkat staf kemudian secara berjenjang naik ke atas, hingga menjadi keputusan kolektif yang harus dijalankan secara bersama-sama,” jelasnya.

Laura juga menekankan, buka ruang komunikasi yang selebar-lebarnya di masing-masing OPD. Kepala OPD dan para pejabat jangan merasa selalu benar sehingga tidak mau menerima masukan dari bawahannya. Demikian pula sebaliknya, yang menjadi staf dan bawahan jangan merasa cuek dan tidak peduli dengan kemajuan kantornya masing-masing. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *