benuanta.co.id, NUNUKAN – Warga di Kabupaten Nunukan mempertanyakan keberadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertalite. Selain di SPBU sedang kosong, pedagang eceran pun demikian.
Nasrul (25), mengatakan kosongnya BBM sudah terjadi beberapa pekan ini. Ia mencoba menyisir jalan di Nunukan mencari BBM tapi tak dapat. Ia bahkan mengaku sempat mogok kehabisan BBM untuk mesin motornya.
“Saya mendorong motor dari alun-alun hingga di pesantren, jaraknya sekitar 20 kilometer jauhnya, itu karena tidak adanya bensin, baik di SPBU dan di pengecer,” ujar Nasrul, kepada benuanta.co.id, Rabu (16/3/2022).
Rahman (26), warga Kelurahan Nunukan Selatan, mengatakan BBM ini sangat di butuhkan oleh masyarakat. Ia mengharapkan segera ada solusi persoalan tersebut. Apalagi nelayan yang hendak melaut.
“Ini menghambat dalam segi pendapatan kita, apalagi di tengah Pandemi Covid-19 saat ini. Hal ini perlu perhatian lebih seperti hal semacam ini oleh pemangku kepentingan,” jelasnya.
Lebih lanjut, pedagang eceran yang masih menjajakan BBM mengurangi takaran karena tidak adanya stok di SPBU.
“Kami dapat dari orang juga, makanya kami kurangi takaran minyaknya,” jelasnya tanpa mau disebutkan identitasnya.
Ia mengakui warga tetap membeli karena memang benar-benar butuh, walaupun takaran dikurangi.
Sales Branch Manager Rayon V Kaltimut Pertamina, Azri Ramadan Tambunan menuturkan, terjadi kendala pendistribusian BBM ke Nunukan akibat masalah pada kapal pengangkut. Namun, ia memastikan hari ini kapal sudah memuat BBM di depot Pertamina untuk selanjutnya disalurkan ke Nunukan.
“Ada kendala kapal transportir yang ke Nunukan. Sekarang kapal sudah ready dan sedang muat di depot, insyaallah besok sudah sampai Nunukan,” terang Azri dengan menyebutkan sekitar 150 KL BBM yang akan diangkut ke Nunukan. (*)
Reporter: Darmawan/Ramli
Editor: Ramli







