benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Sukses datangkan 2,4 ton minyak goreng pada pekan lalu, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Tana Tidung (KTT), akan kembali mendatangkan stok minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindagkop KTT, Rico Aldianto mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak produsen minyak goreng asal Kota Tarakan, untuk kembali mendistribusikan ke KTT.
“Minggu lalu sudah kita distribusikan ke masyarakat, karena mungkin pembagian kemarin masih ada masyarakat yang tidak dapat jatah. Jadi minggu ini kita berencana mendatangkan kembali,” kata Rico, Rabu (16/3/2022).
Tak tanggung-tanggung, jumlah minyak goreng yang akan didatangkan pihak Disperindagkop, jumlahnya dua kali lipat lebih banyak dari jumlah pendistribusian sebelumnya. Rico mengunggkapkan pekan ini pihaknya akan mendatangkan 4,6 ton minyak goreng untuk kembali didistribusikan ke sejumlah toko yang ada di KTT.
“4,6 ton minyak goreng ini akan kita suplai ke setiap toko langganan yang ada di seluruh kecamatan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, Insyallah semua akan dapat jatah minyak goreng ini,” ungkapnya.
Disperindagkop KTT, kata Rico, hanya berperan sebagai fasilitas dan pengawas pedagang dalam mencari produsen minyak goreng. Sedangkan pemesanan minyak goreng tersebut tetap dilakukan oleh para pedagang.
“Kita hanya mencari produsen dan pedagang yang memesannya. Namun untuk harga tetap Disperindagkop yang mengawasi dan kita tetapkan harga 1 liter seharga Rp 16 ribu, karena ada biasa ongkos pengiriman dan biaya jasa buruh yang kita gunakan,” jelasnya.
Meski pendistribusiannya nanti masyarakat akan tetap dibatasi membeli sebanyak 2 liter per KK. Namun Rico berpesan masyarakat tidak perlu panik dengan kondisi minyak goreng ini.
“Jangan panik dan jangan menimbun, karena situasi kita sudah berangsur-angsur normal, jadi masyarakat jangan khawatir,” tegasnya.
“Apalagi kita berencana akan terus mendatangkan minyak goreng dalam waktu tertentu, jadi insyallah KTT ke depan tidak lagi mengalami kelangkaan,” tutupnya. (*)
Reporter : Osarade
Editor : Yogi Wibawa







