benuanta.co.id, NUNUKAN – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertalite terjadi beberapa hari terakhir di Kabupaten Nunukan. Kelangkaan ini membuat aktivitas masyarakat terganggu untuk mendapatkan bahan bakar kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Termasuk nelayan yang sehari-harinya menggunakan BBM.
Sub Kontraktor Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Nunukan, Ikhsan mengatakan, kelangkaan BBM di SPBU maupun pengencer dikarenakan suplay pasokan yang terlambat dari PT. Pertamina.
“Kami terima adanya laporan kapal angkut BBM milik SPBU/APMS yang masih dalam perbaikan,” ujar Ikhsan, kepada benuanta.co.id, Rabu (16/3/2022).
Ikhsan menjelaskan, jumlah kuota BBM di Kabupaten Nunukan yang disediakan oleh SPBU/APMS masih perlu ditingkatkan. Sebab, Pertalite yang ada saat ini tidak dibatasi jumlah pembeliannya oleh PT. Pertamina lantaran sudah tidak bersubsidi.
“Pertalite kita cepat habis karena tidak dibatasi jumlah pembeliannya,” jelasnya.
Menyikapi kelengkapan BBM Pertalite dan Pertamax di Nunukan, Sales Branch Manager Rayon V Kaltimtara PT. Pertamina, Azri Ramadan Tambunan menerangkan, kelangkaan BBM Pertalite dan Pertamax itu dikarenakan adanya kendala di kapal pengangkut. Namun permasalahan tersebut tapi sudah selesai, dan telah berlangsung pengisian BBM di depot.
“Saat ini sedang muat BBM di depot, Insyaallah besok sudah sampai di Nunukan,” ujarnya.
Saat ini stok BBM disebut masih aman dan terkendali. Pasalnya BBM yang menggunakan kuota hanya jenis solar, sedangkan Pertalite dan Pertamax tergantung permintaan. (*)
Reporter : Darmawan
Editor : Yogi Wibawa







