Menteri Nadiem Makarim Nginap di Rumah Guru TK di Juata, Tuan Rumah Akui Bangga

benuanta.co.id, TARAKAN – Seorang guru TK Filadelfia Zipora Yemima Wati tidak menyangka rumahnya kedatangan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim. Kebahagiaan itu kerap diutarakan Zipora Yemima Wati saat diwawancarai benuanta.co.id.

Zipora menyampaikan bahwa pihaknya mendapat kabar sejak Selasa, 8 Maret 2022 lalu bahwa Kemendikbud Ristek akan menyambangi kediamannya. Namun, ia pun tak mengetahui bahwa yang akan hampiri rumahnya yakni Mendikbudristek Nadiem Makarim.

“Awalnya saya dikabari dari tim Kemendikbud, dibilang managernya yang mau datang ternyata mas menteri. Mas menteri bermalam di kediaman kami dan banyak berbincang hingga jam 23.00 malam. Paginya mas menteri bangun sekitar jam 06.30 WITA, dan minum kopi bersama kami,” terangnya.

Beragam rasa haru dan senang, Zipora mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Mendikbud Ristek yang telah mampir ke kediamannya di Kelurahan Juata Permai.

Baca Juga :  BPJS PBI Sebagian Masyarakat Dinonaktifkan, Ini Alasannya

Saat berada di kediaman Zipora bersama sanak keluarganya, Nadiem berbincang banyak terkait program guru penggerak dan merdeka belajar yang telah diperjuangkannya.

Hal itupun diakui Zipora yang telah mengikuti Pendidikan guru penggerak, kemudian ia memberikan contoh-contoh mengajar secara kreatif kepada Mendikbudristek.
Cara-cara kreatif itu diakui Zipora didapatkannya dari Program Guru Penggerak.

“Melalui program Guru Penggerak saya belajar bagaimana memberikan disiplin positif dan pembelajaran berdiferensiasi, di mana saya dapat memetakan kemampuan dan potensi setiap murid. Sehingga, saya tidak menyamaratakan cara saya mengajar,” jelas Ibu Zipora.

Menteri Nadiem menanggapi, bahwa pihaknya akan terus berkomitmen mencetak pendidikan di Indonesia.

“Itulah alasan kenapa Kemendikbudristek menghadirkan Kurikulum Merdeka. Kita ingin guru punya kemerdekaan dalam mengajar. Merupakan hak guru untuk mengajar maju atau mundur, ketika tau bahwa ada murid yang lebih tertinggal dari murid lainnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Dishut Sebut Revitalisasi KKMB Tarakan Terganjal Administrasi Lahan

Zipora yang berasal dari Jawa Timur ini, sejak kecil bercita-cita menjadi guru. Ia bercerita kepada Menteri Nadiem bahwa di daerah terpencil inilah cita-citanya terwujud.

“Saya bersyukur cita-cita saya sebagai guru tercapai di Tarakan. Orang tua dari murid-murid saya sebagian tidak bersekolah. Jadi orang tua banyak yang tidak bisa membimbing anaknya belajar. Apalagi ketika harus belajar jarak jauh menggunakan teknologi. Disinilah tugas saya. Saya berupaya untuk tetap mengajar dengan sebaik-baiknya,” jelas Zipora yang turut belajar menggunakan teknologi karena Program Guru Penggerak.

Sambil menyantap buah pisang yang dihidangkan, Mendikbudristek lanjut menanyakan tanggapan guru-guru lainnya terhadap Guru Penggerak. “Guru-guru lain menyesal tidak ikut rekrutmen Guru Penggerak. Mereka kepingin juga jadi Guru Penggerak,” ungkap Zipora.

Baca Juga :  DPRD Tarakan Soroti Kendala Program MBG di Tarakan Timur

Berbekal semangat penggerak, Zipora pun sudah mulai membiasakan diri untuk berbagi apa yang sudah ia pelajari selama pendidikan Guru Penggerak. Misalnya, ia memulai adanya pojok baca di kelasnya. Sekarang, setiap kelas ada pojok baca yang sangat diminati murid-murid.

Sebelum Menteri Nadiem beristirahat malam di rumahnya, Zipora mengutarakan lagi kebahagiaannya dikunjungi Mendikbudristek.

“Semoga semua waktu dan kerja keras Mas Menteri semakin mendatangkan semangat bagi kami guru-guru di daerah terpencil. Mas Menteri sudah memberikan dukungan dan semangat bagi kami,” tutup Zipora.(*) 

Reporter: Kristianto Triwibowo

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *