Pemerintah Bakal Kembangkan Destinasi Wisata Perbatasan di Krayan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Memiliki dataran tinggi hingga budaya khas, Krayan berpotensi menarik sejumlah wisatawan mancanegara maupun domestik.

Melihat adanya potensi wisata tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus, S IP., M.Si, yang pernah menjabat sebagai Camat Krayan mengatakan potensi wisata ini memang sudah lama ada dan terus ditingkatkan.

Pasalnya, suasana alam yang masih murni khas hutan tropis, adat budaya masyarakat yang memiliki keunikan yang tak dapat ditemui di tempat lain menjadi faktor pembeda dari destinasi wisata lainnya.

Selain itu, wilayah ini juga berdekatan dengan negara tetangga, dia mencontohkan daerah Bario, Malaysia yang berbatasan dengan lokasi Lembudut, Indonesia sudah lama mengembangkan desa wisatanya.

Baca Juga :  Dukung Peningkatan Produksi Pertanian Wabup Hermanus Serahkan 14 Unit Alsintan

Melalui agen agen travel wisata di Malaysia, Bario bisa menarik ribuan wisatawan dari Eropa setiap tahunnya untuk berkunjung dan tinggal beberapa saat di pedesaan di wilayah Bario, menikmati alam dan budaya yang tidak tidak didapatkan di negara lain.

“Selain aktifnya agen agen wisata berpromosi, Bario juga didukung dengan bandara yang memadai dengan rute dan jadwal penerbangan yang cukup banyak sehingga memudahkan wisatawan untuk masuk dan keluar di Bario,” kata Serfianus, Senin (7/3)2022).

Baca Juga :  Bupati Irwan Buka Musrenbang Kewilayahan Pulau Nunukan Tahun 2026

Saat ini pemerintah daerah kabupaten Nunukan bekerjasama dengan pemerintah provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dan kementerian pun tengah mempersiapkan segala sesuatu dalam upaya meningkatkan fasilitas dan sarana prasarana mendukung sektor pariwisata.

Baik infrastruktur ataupun peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan menyelenggarakan pelatihan-pelatihan. Hanya saja, sejak adanya pandemi Covid-19 merebak, hal tersebut sedikit menghambat rencana strategis pengembangan pariwisata terlebih pintu pintu perbatasan RI – Malaysia seperti di Long Midang dan Lembudut ditutup hingga saat ini.

Melihat kondisi tersebut, Serfianus tetap optimis Krayan memiliki prospek yang besar menjadi destinasi wisata mengingat keunikannya dan potensi sumber daya alamnya. Misalnya beras organik adan, buah buahan lokal, garam gunung, dan spot – spot wisata alam yang tidak dimiliki daerah lain.

Baca Juga :  BPBD Pasang Rambu Peringatan Rawan Bencana di Titik Rawan

“Tempat ini juga di dukung dengan adanya  PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Long Midang yang sementara dalam proses pembangunan. Nantinya akan memudahkan bagi wisatawan yang datang dari Malaysia untuk pengurusan paspor masuk ke Krayan, bahkan bisa lanjut ke destinasi wisata lainnya di wilayah Indonesia melalui pintu Krayan,” jelasnya. (*)

Reporter:  Darmawan

Editor : Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *