Dikira Bercanda, Sebelum Tengelam NA Sempat Minta Pertolongan

benuanta.co.id, TARAKAN – Seorang santri laki-laki berinisial NA (12) yang meninggal dunia akibat tenggelam di Embung Bengawan Kelurahan Juata Kerikil, dikabarkan sempat meminta pertolongan dengan melambaikan tangan.

Sebelum kejadian nahas menimpa NA santri kelas delapan di salah satu pondok pesantren di Juata Kerikil itu, ia bersama teman-temannya tengah melaksanakan kegiatan rutin mingguan di Embung Bengawan.

Baca Juga :  Ekonom: Gentengisasi Bisa Berdayakan Ekonomi Lokal dan Sektor Pariwisata

Namun tak disangka, saat sedang berenang, santri asal Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan itu tenggelam sekira pukul 11.00 WITA, Ahad, 6 Maret 2022.

Berdasarkan keterangan saksi kepada Kantor SAR Tarakan, teman-teman NA sempat melihatnya melambaikan tangan.

“Mereka melaksanakan kegiatan di embung itu. Saat berenang dia (NA) dia sempat lambaikan tangan, dikira teman-temannya bercanda. Lama-lama tidak timbul, akhirnya teman-temannya kaget dan meminta pertolongan warga sekitar,” terang Kepala Kansar Tarakan, Amiruddin melalui Kasi Ops Dede Hariana.

Baca Juga :  Ekonom: Gentengisasi Bisa Berdayakan Ekonomi Lokal dan Sektor Pariwisata

Berita TerkaitFLASH NEWS ! Anak Tenggelam di Embung Bengawan, Dikabarkan Tewas

Melihat NA tak muncul di permukaan embung, warga setempat berjibaku melakukan pertolongan dan pencarian dengan menyelami perairan tersebut sembari menunggu kedatangan tim SAR Tarakan. Tim SAR bergegas menuju lokasi, pun mengarahkan warga setempat.

Warga setempat pun berhasil menemukan korban, kemudian bersama tim SAR gabungan korban lalu dilarikan ke Puskesmas Juata.

Baca Juga :  Ekonom: Gentengisasi Bisa Berdayakan Ekonomi Lokal dan Sektor Pariwisata

“Korban meninggal dunia, lalu disholatkan di pondok pesantrennya,” tutupnya. (*)

Reporter : Kristianto Triwibowo

Editor : Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *