benuanta.co.id, TARAKAN – Menyambut peluang Proyek Startegis Nasional (PSN) di Kalimantan Utara (Kaltara), Komisi IV DPRD Kaltara memberikan perhatian dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna memastikan kesiapan tenaga kerja lokal.
Komisi IV DPRD Kaltara telah duduk bersama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tarakan, di antaranya membahas seputar peluang tenaga kerja lokal dari Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI), serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
DPRD melihat progres proyek nasional KIPI dan juga PLTA sebagai potensi serta peluang menyerap puluhan ribu tenaga kerja asal Kaltara.
“Kami berharap pemerintah dapat melakukan perencanaan untuk menyongsong peluang tersebut. Terutama komitmen untuk mengutamakan tenaga kerja dari dalam Kaltara,” ungkap anggota Komisi IV DPRD Kaltara Dr. Syamsuddin Arfah, M.Si kepada benuanta.co.id, Jumat, 4 Maret 2022.
Pria yang juga menjabat Ketua Bapemperda DPRD Kaltara itu menekankan progres persiapan SDM Kaltara harus terus berjalan dan komitmen untuk menyerap tenaga kerja dari dalam Kaltara harus diwujudkan.
“Secara reguler itu mungkin melalui syarat pendidikan dan non reguler melalui peningkatan keterampilan,” ujarnya.
“Pendidikan dan keterampilan harus kita siapkan dari sekarang, kemudian sertifikasinya juga harus diakui. Agar masyarakat kita dapat memiliki kesempatan serta keahlian,” tambahnya.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mendorong Disnaker Provinsi Kaltara dan Disnaker Kota Tarakan untuk memetakan langkah persiapan itu. Sebab, ia memandang terdapat kompetensi khusus dan kompetensi umum yang harus dimiliki oleh tenaga kerja KIHI dan PLTA. Seperti halnya kemampuan teknologi, energi dan beberapa lainnya.
“Kita petakaan berapa saja SDM Kaltara yang mampu mengisi keterampilan khusus di KIPI, lalu kemampuan umum juga berapa. Setelah kita gali potensi SDM Kaltara, kalau memang tidak ada keahliannya baru kita pasok tenaga kerja dari luar. Ini merupakan proyek nasional, Kaltara selain memeroleh yang lain, juga harus memperoleh tenaga kerja lokal,” tutupnya. (*)
Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor : Yogi Wibawa







